Penembak Brutal di Masjid Selandia Baru Siarkan Aksinya via Livestreaming - Magelang News
tersangka penembakan kasar di Masjid di Christchurch, Selandia Baru sempat menayangkan aksi brutalnya via layanan live streaming di internet. Video live streaming berdurasi 17 menit itu sudah dihapus bermula internet oleh kewenangan terkait.

Jumat, 15 Mar 2019 | 15:41:24 WIB, Dilihat 443 Kali

Oleh Wong Magelang

Penembak Brutal di Masjid Selandia Baru Siarkan Aksinya via Livestreaming - Magelang News

Baca Juga : Penyebab Facebook dan Instagram Lumpuh, Ini Penjelasannya ! - MagelangNews.com


MagelangNews.com - tersangka penembakan kasar di Masjid di Christchurch, Selandia Baru sempat menayangkan aksi brutalnya via layanan live streaming di internet. Video live streaming berdurasi 17 menit itu sudah dihapus bermula internet oleh kewenangan terkait.

Seperti dilansir media lokal Selandia Baru, The New Zealand Herald, Jumat (15/3/2019), dalam live streaming itu, tersangka menyebutkan namanya sebagai Brenton Tarrant. Nama itu mengarah kepada seorang laki-laki kulit putih berumur 28 thn kelahiran Australia. tayangan livestream itu dimulai bersama tersangka mengendarai mobilnya ke tempat ibadah Al Noor di Deans Ave, Christchurch. tersangka seterusnya nampak memarkirkan mobilnya di dekat jalan masuk ke tempat ibadah.

Mobil yang dikemudikan tersangka, sebut The New Zealand Herald, berisi sejumlah senjata api dan amunisi yang diletakkan di kursi penumpang bagian depan. Adegan setelah itu memperlihatkan perbuatan kasar yg dilakukan tersangka. tersangka nampak mempersenjatai diri dan terjadi ke dalam tempat ibadah, dengan sasaran pertama ditembak di dalam pintu gerbang. Dalam aksinya ini, tersangka memakai setidaknya satu pucuk senapan semi-otomatis dan banyak amunisi. tayangan setelah itu menunjukkan tersangka melepas tembakan dengan cara membabi-buta di dalam tempat ibadah. tersangka mengecek tiap-tiap ruangan di dalam kompleks tempat ibadah itu dan serta kali melepas tembakan. beliau berakhir beberapa kali buat isi ulang senjatanya. tersangka seterusnya ke luar dari tempat ibadah melalui pintu gerbang depan, setelah berada di dalam selamat tiga menit.

Di luar tempat ibadah, tersangka melepas tembakan dengan cara acak ke arah mobil-mobil yang melintas. sesudah itu, tersangka kembali ke dalam mobilnya mereka Subaru guna membawa lebih banyak amunisi. tersangka dulu melepas tembakan ke arah jalanan tanpa target yang jelas. Ke arah camera, tersangka bicara: tampaknya kita tak mendapatkan burungnya hari ini." setelah itu, beliau tengah masuk ke dalam tempat ibadah pada memeriksa korban yang kembali hidup dan melepas tembakan kembali. disaat tersangka ke luar dari tempat ibadah lagi, dirinya berulang kali menembaki seseorang perempuan di jalanan. pelaku kemudian masuk ke mobil dan meninggalkan lokasi. Satu kendaraan yang hampir mendekati mobilnya ditembaki beberapa kali dengan shotgun.

Livestream itu berhenti sesudah 17 menit dan adegan terakhir memperlihatkan tersangka melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Komisioner Kepolisian setempat, Mike Bush, menyebut drinya menyadari keberadaan video livestreaming itu yang tersebar luas di media sosial. Ditegaskan Bush, kedaulatan setempat berupaya menghapuskan video itu dari internet. "Itu tak harusnya ada di domain publik, sebutnya. penyedia pelayanan internet dan telekomunikasi di Selandia Baru bersama-sama mengusahakan menghapus dan memblokir situs-situs yang menyebarluaskan video itu.

Sejauh ini, Kepolisian Selandia Baru menahan empat orang terkait penembakan brutal di Christchurch. terkecuali di masjid Al Noor, serangan kembali dilaporkan terjadi di sebuah tempat ibadah di pinggiran Linwood. Empat orang yang terdiri atas tiga laki laki dan satu perempuan itu ditahan terkait serangan di dua tempat ibadah tersebut. tak diketahui pasti apakah tersangka yang menayangkan aksinya via layanan livestreaming ini termasuk juga dalam empat orang yang sudah ditahan.

Identitas beberapa tersangka penembakan brutal ini belum diungkap kekuasaan setempat. Namun wartawan TVNZ, Anna Burns-Francis, menjelaskan kepada CNN bahwa satu tersangka diyakini sebagai penduduk negara Australia. Satu masyarakat lokal bernama Robert Weatherhead menyebut tersangka sebagai laki laki 'kulit putih, berumur 30-40 th dan menggunakan seragam tidak diketahui pasti seragam apa yang dipakainya.



Penyebab Facebook dan Instagram Lumpuh, Ini Penjelasannya ! - MagelangNews.com
  • Penyebab Facebook dan Instagram Lumpuh, Ini Penjelasannya ! - MagelangNews.com

    Kamis, | 13:38:14 | 506 Kali


  • Facebook dan Instagram Lumpuh Berjam-jam
  • Facebook dan Instagram Lumpuh Berjam-jam

    Kamis, | 13:09:10 | 309 Kali


  • Barca 2 Kali Permalukan Madrid di Bernabeu
  • Barca 2 Kali Permalukan Madrid di Bernabeu

    Minggu, | 07:54:00 | 368 Kali


  • Heboh Gadis Ini Lelang Keperawaan, Terjual Rp 19 Milliar
  • Heboh Gadis Ini Lelang Keperawaan, Terjual Rp 19 Milliar

    Rabu, | 10:58:20 | 405 Kali


  • 3 Cewek K-Pop Paling Hot Jalan Bersama
  • 3 Cewek K-Pop Paling Hot Jalan Bersama

    Minggu, | 10:55:21 | 609 Kali