Mengapa Korban Kecelakaan Tidak Boleh Langsung Diangkat?

  • Whatsapp

Menurut WHO, mengangkat atau memindahkan korban kecelakaan tanpa teknik imobilisasi yang tepat berisiko memperparah cedera leher, tulang belakang, kepala, dan organ dalam; hingga 25 % cedera medula spinalis dilaporkan semakin buruk pada fase ekstrikasi yang tidak benar — bahkan dapat menimbulkan kelumpuhan atau kematian.

Selain membahayakan korban, penolong juga rawan cedera punggung akibat “unsafe patient-handling”. Oleh karena itu, penanganan pertama harus berfokus pada penilaian cepat (ABCDE), memanggil layanan gawat darurat, dan menjaga korban tetap diam di posisi ditemukan sampai petugas terlatih dengan alat imobilisasi datang; pemindahan darurat hanya dilakukan bila ada ancaman langsung (kebakaran, banjir, kendaraan meledak, dsb.) dengan teknik yang meminimalkan gerakan tulang belakang.

Bacaan Lainnya

Lalu mengapa korban tidak boleh langsung diangkat?

1. Cedera tulang belakang dan saraf

Benturan lalu-lintas sering menimbulkan fraktur tulang leher atau torakolumbal yang tidak tampak dari luar.

Gerakan fleksi, ekstensi, atau rotasi saat diangkat bisa menggeser fragmen vertebra, menekan medula spinalis, dan menyebabkan paraplegia/kematian.

Studi sistematis 2024 tentang imobilisasi servikal menemukan bukti manfaat yang masih lemah, tetapi menegaskan komplikasi bila mobilisasi dilakukan tanpa seleksi yang tepat.

2. Cedera kepala & organ dalam

Hematom otak, perdarahan intrakranial, pneumotoraks, atau ruptur organ perut dapat diperburuk oleh getaran tubuh saat diangkat tanpa stabilisasi.

Pos terkait