Pengaruh Ekonomi dalam Pemenuhan Gizi dan Ketahanan Pangan Keluarga

  • Whatsapp

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Masih terdapat banyak masalah gizi di Indonesia yang belum bisa terselesaikan. Seperti kasus stunting, wasting, underweight dan obesitas, terutama pada balita di Indonesia. Akar masalah dari permasalahan gizi tersebut yaitu krisis ekonomi dan politik yang menyebabkan timbulnya penyebab utama terkait masalah gizi yaitu status ekonomi berupa kemiskinan, tingkat pendidikan, kestersediaan pangan dan kesempatan kerja. Alternative pemecahan masalah ini bisa dilakukan dengan melakukan pendidikan gizi masyarakat,moptimalisasi peran posyandu, pendekatan sosial budaya, pola asuh anak yang tepat dan promosi makan yang bergizi seimbang yang massif.

Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, salah satu faktor yang perlu diupayakan adalah ketahanan pangan. 4 aspek ketahanan pangan meliputi ketersediaan pangan, kestabilan pangan, kesesuaian dengan preferensi dan kemampuan tubuh untuk mencerna. Ketahanan pangan berhubungan dengan status gizi masyarakat karena system ketahanan pangan mempengaruhi ketersediaan pangan dimana ketersediaan pangan ini berpengaruh pada akses pangan yang nantinya berhubungan dengan status gizi. Aspek ketahanan pangan dan gizi meliputi aspek produksi, distribusi, penyediaan pangan tingkat makro (nasional) dan tingkat mikro (rumah tangga) serta status gizi suatu individu. Ketahanan pangan dengan klasifikasi silang adalah keseimbangan pengeluaran pangan dengan konsumsi pangan.

Bacaan Lainnya

Penerapan gizi seimbang merupakan langkah awal untuk mencegah terjadinya masalah-masalah gizi di Indonesia. Terdapat 4 pilar yaitu mengonsumsi pangan yang beraneka ragam, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, melakukan aktivitas fizik dan memantau berat badan serta tinggi badan secara teratur. Usaha-usaha perbaikan gizi keluarga oleh pemerintah yaitu dengan perbaikan pola konsumsi makanan yang sesuai dengan gizi seimbang, peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi sesuai perkembangan zaman, perbaikan perilaku sadar gizi dan kesehatan dan peningkatan system kewaspadaan pangan dan gizi.

Pos terkait