Menyadari potensi umat yang hobi ngopi dan juga karena pangsa pasar yang luas, Gereja Santo Antonius Padua Muntilan mengadakan acara Workshop Barista di Kota Kopi Roastery Muntilan pada tanggal 23-24 Februari 2026 lalu. Acara ini diselenggarakan dengan dukungan dari Moro Seneng Bakery and Catering, Prima Susu, Basagita dan Gereja Emmanuel Ngawen.
Pada acara ini, umat yang mendaftarkan diri diajak belajar cara memilih biji kopi, mengolah, membuat menu kopi kekinian, sampai merencanakan business plan yang sesuai. Fransiskus Satriawan, selaku Coffee Coach, pada acara ini menegaskan bahwa pelatihan yang dilakukan memang menyasar umat umat agar berani membuat usaha sendiri.
“Banyak yang menilai bahwa membuat usaha coffee shop ini membutuhkan biaya puluhan bahkan ratusan juta. Namun saya mencoba mendorong dan memberikan pengetahuan bahwa ternyata membuat coffee shop bisa dimulai dari lima juta Rupiah saja dengan alat alat manual brewing dan juga kekuatan berjejaring,” demikian ujar pria yang akrab disapa Frans ini. Misalpun modal tersebut dirasa masih terlalu besarpun, Frans mengatakan bahwa paguyuban umat bisa dibentuk untuk memulai usaha bisnis kopi kecil kecilan ini.
Senada dengan Frans, Romo Antonius Padua Danang Bramasti SJ. Selaku promotor acara ini juga memiliki pendapat serupa, pelatihan ini dapat menjadi pemantik anak muda untuk tidak hanya terpaku pada mencari kerja, tapi menciptakan lapangan kerja sendiri.
“Muntilan dekat dengan Parakan dan Temanggung memiliki potensi yang bisa digali untuk dapat mengembangkan bisnis kopi skala mikro. Hal ini bisa membantu perekonomian umat dan mendorong umat untuk tidak hanya terfokus pada mencari pekerjaan saja,” ujar Romo Danang yang juga Direktur Yayasan Kanisius Kedu ini.
Nantinya, setelah acara ini selesai, akan ada action plan untuk mengembangkan paguyuban kopi di antara umat Gereja Santo Antonius Padua Muntilan yang juga tidak menutup pintu bagi komunitas eksternal.
“Sejak awal ide dasarnya adalah membantu umat untuk berdikari di tengah kesulitan mencari pekerjaan dan keterbatasan finansial,” jelas Ardiyanto Pramono selaku Ketua Panitia acara ini. “Kita sebagai penyelenggara hanya bisa memantik dengan memberikan kegiatan kegiatan positif seperti ini, namun di sisi lain, saya juga senang dapat melihat antusiasme umat,” jelas pria yang berprofesi sebagai pengajar dan peneliti ini.
Ardiyanto berharap, acara ini akan menjadi rangkaian dari acara acara pelatihan lainnya dan mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
“Ya, kami akan mengadakan pelatihan pelatihan berikutnya. Sebelumnya kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan sponsor terutama Kota Kopi Roastery yang menyediakan venue belajar untuk kami. Tidak lupa juga dukungan sponsor seperti Moro Seneng Bakery and Catering, Prima Susu dan Basagita. Tanpa mereka, acara ini tidak akan terselenggara.”
Ardiyanto juga menambahkan bahwa ia berharap nantinya sponsor sponsor akan terlibat lebih banyak dalam acara lanjutan dari workshop barista ini. “Kopi itu kan banyak cabang profesi yang bisa digeluti. Ada yang bisa menjadi pengolah biji kopi, ada yang bisa jadi petani, ada yang bisa menjadi barista, dan ada juga yang bisa menjadi pengusaha café kecil kecilan. Saya melihat ini sebagai potensi yang bisa digerakkan ke depannya.” Tutup Ardi.









