Pengembangan Kreativitas Siswa MI Al-Islam Balesari oleh KKN 73 UNS dalam Mendukung Keberhasilan SDGs ke-4 dan 12

  • Whatsapp

Sejak disahkannya 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) atau SDGs pada tanggal 25 September 2015, seluruh negara yang terlibat dalam pengesahan SDGs turut mengambil peran aktif untuk mewujudkan keberhasilan program tersebut.

Indonesia merupakan salah satu negara yang turut mengesahkan program global SDGs. Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, perguruan tinggi yang menjadi pusat inovasi dan riset serta menjunjung Tinggi Tri Dharma mengimplementasikan SDGs dalam bentuk pengabdian masyarakat dan riset. Bentuk dari pengabdian masyarakat ini salah satunya berupa Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Bacaan Lainnya

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) dilakukan untuk mendukung keberhasilan program SDGs. Beberapa isu yang diangkat oleh KKN 73 UNS meliputi Pendidikan Berkualitas serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Hal tersebut dipilih berdasarkan latar belakang yang ada di Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) dilakukan untuk mendukung keberhasilan program SDGs. Kelompok 73 yang bertugas di Desa Balesari mengangkat isu pendidikan dan produk ramah lingkungan. Kedua isu tersebut termasuk ke dalam tujuan SDGs ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education) dan ke-12 yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production). Hal tersebut dipilih berdasarkan latar belakang yang ada di Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

1.Pengembangan Kreativitas Siswa Kelas 4 melalui Kegiatan Mewarnai

Mahasiswa KKN 73 UNS melakukan kegiatan pengembangan kreativitas bagi siswa kelas 4 MI Al-Islam Balesari melalui kegiatan mewarnai. Hal ini menjadi bagian dari implementasi SDGs tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Kegiatan ini diawali dengan penjelasan mengenai tips mewarnai serta pemberian contoh dari mahasiswa KKN 73. Kemudian, para siswa mendapatkan sketsa gambar untuk diwarnai sesuai dengan kreativitas masing-masing. Sebagai penutup, terdapat apresiasi bagi siswa dengan hasil pewarnaan terbaik.

2. Optimalisasi Potensi Alam Desa Berbasis Ecoprint dalam Mendukung SDGs 12 (Responsible Consumption and Production)

Desa Balesari yang terletak di wilayah pegunungan dengan dominasi perkebunan dan hutan memiliki biodiversitas yang tinggi dan potensial untuk dikembangkan. Salah satu pemanfaatannya adalah melalui Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), khususnya daun-daun yang memiliki pigmen warna alami. Daun tersebut dapat diolah menjadi ecoprint, yaitu teknik mentransfer warna dan bentuk tumbuhan ke kain dengan teknik pukul. Pengembangan ecoprint sebagai produk ramah lingkungan dapat meningkatkan nilai ekonomi sekaligus kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran lingkungan dan kreativitas siswa kelas 5 MI Al-Islam Desa Balesari serta memenuhi tujuan SDGs ke-12.

3. EcoCharm: Kreasi Gantungan Kunci dari Tutup Botol Daur Ulang

Program kerja pembuatan gantungan kunci dari tutup botol bekas dilakukan dengan sasaran kelas 6 MI Al-Islam Balesari. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi bagi para siswa mengenai pemanfaatan sampah anorganik menjadi barang yang lebih bernilai ekonomi. Sebagai pembuka, mahasiswa KKN 73 UNS memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah pembuatan gantungan kunci yang kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung bersama para siswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mengurangi limbah sampah anorganik yang ada di Desa Balesari sekaligus memenuhi tujuan SDGs ke-12.

Pos terkait