Kulon Progo — Pengusaha rokok, H. Muhammad Suryo, menepati janjinya dengan meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Hj. Anis Syarifah di Desa Palihan, Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (17/4/2026).
Masjid tersebut dibangun tepat di lokasi kecelakaan tragis yang menewaskan istrinya, Hj. Anis Syarifah, pada Minggu (1/3/2026) lalu. Momen peletakan batu pertama ini terasa semakin haru karena bertepatan dengan hari ulang tahun almarhumah.
Dalam kondisi yang belum pulih sepenuhnya, Suryo tetap hadir di lokasi dengan dipapah untuk menunaikan nazarnya. Dengan suara terbata, ia menyampaikan niat tulusnya membangun masjid sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sang istri.
“Hari ini saya menunaikan janji. Masjid ini saya persembahkan untuk istri saya,” ujarnya.
Masjid Hj. Anis Syarifah rencananya akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 1.500 meter persegi di tepi Jalan Nasional Purworejo–Yogyakarta. Bangunan ini akan mengusung desain modern dengan atap limasan serta dilengkapi menara utama. Masjid tersebut juga akan diwakafkan untuk kepentingan umum dan diharapkan menjadi pusat kegiatan ibadah serta sosial masyarakat.
Peristiwa kecelakaan yang menjadi latar pembangunan masjid ini juga melibatkan pengendara motor, Aab Abdullah, bersama putranya, Deva, yang sempat mengalami luka berat. Keduanya kini dalam kondisi membaik dan menjalani rawat jalan.
Istri Aab, Surati Julia Wijayanti, mengungkapkan rasa syukur atas kepedulian Suryo. Ia menyebut seluruh biaya pengobatan keluarga mereka ditanggung, bahkan pendidikan anaknya turut dijamin.
“Semua biaya pengobatan ditanggung. Bahkan pendidikan anak kami juga dijamin. Ini berkah bagi kami,” kata Surati.
Sementara itu, Lurah Palihan, Kaliso, menyambut baik pembangunan masjid tersebut. Menurutnya, keberadaan masjid ini menjawab kebutuhan warga yang selama ini hanya memiliki surau kecil sebagai tempat ibadah.
“Dulu hanya ada surau kecil. Sekarang bisa terwujud menjadi masjid,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa lokasi masjid yang berada di jalur menuju Bandara YIA berpotensi menjadi tempat singgah bagi pengguna jalan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Melalui pembangunan ini, Suryo berharap masjid dapat menjadi amal jariyah bagi almarhumah istrinya dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Saya titip, mari bersama merawat dan memakmurkan masjid ini,” tuturnya.
Pembangunan Masjid Hj. Anis Syarifah menjadi bukti bahwa cinta sejati dapat diwujudkan dalam bentuk kebaikan yang terus mengalir, bahkan setelah kepergian orang yang dicintai.







