Kombinasi Keindahan, Pelestarian, Edukasi dalam Ayam Pheseant dan Merak Hijau Jawa di JSP Farm

  • Whatsapp

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Di dunia peternakan unggas, jsp farm adalah nama yang kini tidak asing lagi dikalangan pencinta ayam hias dan burung. Terletak di jalan Ngabean, Nglebeng, Margorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman. Jsp farm ini di klola langsung oleh pemiliknya yang bernama Anggit.

“kalau boleh dibilang itu adalah pusatnya ayam pheasant di Indonesia. Sehingga penangkar, kami satu paguyuban juga sering kumpul, kemudian juga sama-sama kita eksiskan lagi hobi ayam Pheasant ini teman-teman” kata anggit, (28/12).

Bacaan Lainnya

Sevibes dengan mini zoo, jsp farm menghadirkan beragam jenis unggas seperti ayam hutan hijau, merak jawa, golden pheasant, silver pheasant, yellow pheasant, lady Amherst pheasant, dan siamase fireback pheasant. Satwa yang terdapat di Jsp farm tidak hanya menjadi budidaya tetapi juga diperjualbelikan oleh anggit mas ariefudin sendiri. Jsp farm juga memberikan beragam nilai-nilai yang esensial serta edukasi untuk tetap menjaga keberlanjutan ekosistem satwa terkhususnya unggas. Budidaya ini merupakan satu-satunya penangkaran di Jogja yang telah memiliki izin dari pihak pemerintah sendiri.

Perjalanan membuat perizinan

Jenis merak hijau yang dibudidaya anggit sendiri merupakan satwa yang dilindungi, untuk mendapatkan surat perizinan tidaklah gampang, sekitar 11 bulan waktu yang dibutuhkan anggit mengurus perizinan budidaya merak hijau. Beragam proses diikuti anggit untuk memperoleh izin tersebut, karena penangkarannya sendiri semakin banyak di datangi oleh orang-orang. Untuk menyiapkan perizinan ini anggit harus membangun kandang merak sesuai dengan standar yang diberikan, menyusun proposal, serta rencana kerja dan juga izin mulai dari padukuhan, desa, kecamatan,kabupaten,provinsi, hingga ke nasional.

Jangka waktu untuk bertelur

Jangka waktu yang diperlukan ayam pheasant untuk bertelur selama dua hingga tiga minggu pada bulan April sampai juni, dengan masa inklubasi sekitar 23 hari

“Jadi ayam pheasant itu ketika musim bertelur itu, dia bisa jadi nelur, bisa jadi tidak. Apabila bertelur bisa jadi dibuahi, bisa jadi tidak. Nah yang bisa ini unik ini, dia itu jarang yang mau ngerami telurnya. Jadi harus kita ambil telurnya, kita masukkan ke mesin tetas, kita tetaskan sendiri, kita besarkan sendiri” ujar mas anggit.

Berbeda dengan merak hijau jawa, yang setahun hanya memproduksi telur sekitar 11 butir. Ketika sudah menetaspun anakan dari merak hijau sendiri sangat rentan. Penyebab merak hijau kebanyakan mati karena tulang kakinya yang lemah sehingga tidak tahan untuk menopang tubuhnya yang besar dan tinggi.

Keindahan bulu dari merak hijau jawa dan ayam pheasant

Keindahan utama dari merak hijau terletak pada ekornya yang Panjang dan dihiasi dengan pola yang berbentuk seperti mata. Bulu merak hijau sangat khas serta menawan. Warna hijau metalik dengan gradasi biru, ungu dan emas yang menjadikan burung ini telihat anggun. Merak jantan akan mengembangkan ekornya saat ingin kawin, hal ini dilakukan untuk menarik perhatian dari merak betina.

Seperti halnya merak hijau, ayam pheasant juga memiliki bulu yang indah. Beberapa spesies pheasant seperti golden pheasant, lady amherst’s pheasant, silver pheasant dan yellow pheasant memiliki warna bulu yang berbeda. Golden pheasant memiliki bulu yang berwarna merah cerah pada tubuhnya dengan gradasi warna kuning keemasan di kepala dan garis-garis biru tua pada sayapnya. Sementara itu lady amherst’s pheasant memiliki bulu yang didominasi warna putih, biru serta hijau dengan pola-pola unik yang menjadikannya terlihat unik. Sedangkan silver pheasant jantan dengan bulu tubuh yang berwarna putih dengan pola garis-garis halus berwarna hitam. Warna bulu kepala yang berwarna hitam dengan jambul yang mecolok. Berbeda dengan jantan, betina memiliki bulu yang dominan berwarba coklat keabu-abuan dengan corak yang lebih sederhana. Yellow pheasant jantan memiliki kepada dan punggung berwarna kuning keemasan yang cerah. Dengan bagian leher dihiasi bulu berwarna oranye kemerahan serta garis-garis hitam yang menyerupai jumnai atau kerah. Bagian ekor yellow pheasant sangat Panjang dengan pola bitnik-bintik coklat dan hitam.

Merawat ayam pheasant dan merak hijau jawa ini membutuhkan perhatian yang khusus karena masing-masing spesies ini sensitive terhadap lingkungan. Kedua jenis unggas ini membutuhkan lingkungan yang mirip dengan habitat alaminya agar merasa nyaman dan tetap sehat. Tak hanya itu, pola makan dari ayam pheasant dan merak ini harus seimbang agar reproduksi mereka lancar dan fisik mereka sehat.

“ Berbeda dengan merak, Ayam pheasant ini mudah stres begitu ya, maka harus dilakukan dengan hati-hati untuk membersihkan kandangnya. Nah kandangnya itu dilakukan pembersihan biasanya paling tidak minimalnya 2 sampai 3 hari sekali, supaya nanti kotorannya itu bisa langsung dibuang seperti itu atau dipindahkan ke tempat penampungan limbah”. Kata mas Anggit.

Pos terkait