Bekasi – Banjir besar melanda wilayah Bekasi sejak Selasa (4/3/2025), mengakibatkan ribuan warga mengungsi, fasilitas vital terendam, dan aktivitas sehari-hari terganggu.
Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bekasi dan sekitarnya menyebabkan banjir dengan ketinggian mencapai 3,5 meter di beberapa lokasi. Akibatnya, ribuan rumah terendam dan sekitar 16.000 jiwa terdampak, dengan 5.000 di antaranya harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Fasilitas Kesehatan dan Infrastruktur Terdampak
Banjir juga merendam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, menyebabkan pemadaman listrik dan evakuasi pasien ke gedung lain. Selain itu, Stasiun Bekasi lumpuh total akibat genangan air, mengganggu jadwal perjalanan kereta api. Pertandingan sepak bola antara Persija dan PSIS yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga terpaksa ditunda.
Penyebab Banjir: Curah Hujan Tinggi dan Drainase Buruk
Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menjelaskan bahwa banjir di Bekasi bukan disebabkan oleh tanggul jebol, melainkan curah hujan yang tinggi. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa topografi wilayah dan sistem drainase yang buruk turut memperparah kondisi banjir.
Upaya Penanggulangan dan Kondisi Terkini
Pemerintah Kota Bekasi telah berupaya menanggulangi banjir dengan menyalakan kembali aliran listrik di permukiman warga seiring surutnya air pada Rabu sore. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan bahwa seluruh wilayah yang terdampak banjir relatif hampir surut. Meski demikian, warga tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan mengingat curah hujan yang masih tinggi.
Banjir kali ini mengingatkan kita akan pentingnya perbaikan sistem drainase dan penataan wilayah yang lebih baik untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.







