MAGELANG – Enam atlet KOSIKE Kera Sakti Indonesia membawa hasil latihan mereka ke arena Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2026. Turun pada cabang wushu sanda yang digelar di Kota Semarang pada 1–6 September 2026, mereka tampil membawa nama Kota Magelang dan Kabupaten Magelang.
Tiga atlet, Dhimas Bagus Lestari Madwisesa Ayyasi, Muhammad Muzan Aditya, dan Maya Indriyani, memperkuat Kota Magelang. Sementara Rizki Mahardika, Muhammad Farhan H. D., dan Wanda Purnama Adi tampil mewakili Kabupaten Magelang. Meski membawa nama daerah yang berbeda, keenamnya tumbuh dan berlatih dalam lingkungan yang sama di KOSIKE Kera Sakti Indonesia.
KOSIKE Kera Sakti Indonesia merupakan perguruan yang didirikan oleh Guru Besar Nyko Sumarno, dengan sasana pusat di Kiringan RT 04/RW 02, Kota Magelang. Dari sasana inilah proses latihan dan pembinaan terus berjalan, termasuk mempersiapkan para atlet untuk menghadapi berbagai kejuaraan.
Keikutsertaan enam atlet di POPDA Jateng menjadi bagian dari proses tersebut. Latihan yang mereka jalani tidak hanya berfokus pada teknik, tetapi juga membangun kondisi fisik, mental bertanding, disiplin, serta kemampuan mengambil keputusan ketika berada di arena.
Persiapan para atlet juga tidak lepas dari peran para coach yang mendampingi mereka selama latihan. Melalui arahan dan program latihan yang terukur, para coach membantu atlet mempersiapkan diri secara matang sebelum menghadapi pertandingan. Pendampingan yang profesional menjadi bagian penting agar kemampuan yang diasah di sasana dapat diterapkan dengan baik dalam situasi kompetisi.
Suasana pertandingan tentu menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan latihan sehari-hari. Para atlet harus menjaga fokus, membaca pergerakan lawan, mengendalikan tekanan, sekaligus mengambil keputusan dalam waktu singkat. Pengalaman semacam ini menjadi bagian penting dalam membentuk kematangan seorang atlet.
POPDA juga menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana hasil latihan dapat diterapkan ketika menghadapi lawan dari daerah lain. Setiap pertandingan memberi gambaran tentang kemampuan yang sudah berkembang sekaligus bagian yang masih perlu diperbaiki. Karena itu, apa yang ditemui di arena menjadi bahan evaluasi ketika para atlet kembali menjalani latihan di Magelang.
Di tengah persaingan, sportivitas tetap menjadi nilai yang dijaga. Menghormati lawan, menaati aturan pertandingan, dan menerima hasil dengan sikap yang baik menjadi bagian dari pembinaan. Bagi atlet pelajar, pengalaman bertanding bukan hanya tentang mengejar hasil, tetapi juga membentuk disiplin dan sikap dalam menghadapi kemenangan maupun kekalahan.
Setelah rangkaian POPDA Jawa Tengah 2026 berakhir, keenam atlet kembali membawa pengalaman dari atmosfer kompetisi tingkat provinsi. Tekanan pertandingan, kesempatan menghadapi lawan baru, hingga proses mengevaluasi penampilan menjadi bekal untuk menambah jam terbang mereka.
Dari sasana pusatnya di Kiringan, KOSIKE Kera Sakti Indonesia terus melanjutkan proses pembinaan. Keikutsertaan enam atlet di POPDA Jateng menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut, sekaligus menunjukkan bagaimana latihan yang konsisten, pembinaan yang terarah, dan pendampingan para coach menjadi fondasi bagi atlet untuk terus berkembang.
Bagi keenam atlet, POPDA Jateng 2026 bukan sekadar pertandingan yang telah selesai. Pengalaman dari Semarang menjadi bekal untuk kembali berlatih, memperbaiki kekurangan, dan mempersiapkan diri menghadapi kesempatan berikutnya.






