Kabupaten Demak memiliki berbagai budaya yang masih dilestarikan hingga saat ini, salah satunya adalah budaya seni barong kusumo joyo, budaya tersebut memiliki ciri khas dan keunikan yang dapat menarik perhatian masyarakat. Budaya ini dilaksanakan untuk memeriahkan acara seperti halnya khitanan. Tujuan masyarakat demak berbondong-bondong untuk mengadakan budaya tersebut sebagai hiburan dan terdapat makna dibalik seni barong kusumo joyo.
Budaya seni barong kusumo joyo tersebut biasanya diadakan ditempat yang terbuka seperti lapangan, halaman rumah dan ditempat luas lainnya. Prosesinya dilakukan dengan cara mengelilingi desa, ketika dalam acara khitanan seni barong, antusias dari masyarakat turut memeriahkan dengan cara arak-arakan (mengiringi) sampai acara tersebut selesai.
Makna yang terkandung dalam seni tersebut, untuk memperingati perjuangan para ulama ketika membuka hutan Glagah Wangi, yang ketika itu kaum ulama mendapatkan sebuah serangan dari siluman penghuni hutan yang akhirnya siluman tersebut dapat dikalahkan serta hutan tersebut dijadikan sebuah kerajaan, yaitu Kerajaan Demak Bintoro. Pakaian yang digunakan oleh para pemain seni barong kusumo joyo yaitu bermotif batik yang meliputi ulam segaran, semangka tegalan dan tiga rangsak, dimana semua motif batik tersebut memiliki warna yang cerah mencolok.
Setelah prosesi arak-arakan selesai, dilanjutkan dengan sebuah atraksi barong kusumo joyo. Terdapat beberapa macam peran dan tokoh yang terkandung didalamnya, seperti penari kuda lumping, pemain atraksi, pemain barongan, pengrawit, dan narator. Biasanya para pemain memiliki atraksi memakan seekor ayam yang masih hidup, lampu, dan telur mentah. Konon katanya, ketika ada penonton yang memakai baju serta apapun yang berwarna merah akan dikejar oleh pemain barongan karena dianggap sebagai simbol keberanian untuk menantang para pemainnya.
Para pemain memiliki fungsi peran tersendiri, dimana narrator sebagai pengarah jalannya acara, kemudian pemain karawitan sebagai pengiring musik dalam seni barong, sedangkan pemain barong bertugas untuk membawa barongan yang bertujuan menjadi pusat perhatian penonton, lalu juga terdapat salah satu penari yang disebut “jaran kepang” yang biasanya ditarikan oleh wanita, namun ada juga yang ditarikan oleh laki-laki. Serta pemain atraksi yang bertugas untuk melakukan berbagai jenis atraksi seperti halnya yang telah dijelaskan diawal seperti memakan seekor ayam yang masih hidup, memakan beling dan memecahkan kelapa dengan kepala dan lain-lain..
Pertunjukan seni barong kusumo joyo, Mengandung beberapa makna religi yang dipercaya dengan pertunjukan seni barong ini akan terhindar dari berbagai gangguan makhluk halus. Serta, didalamnya terdapat unsur religi yang dilakukan dengan melakukan berbagai atraksi yang hanya dimiliki oleh kesenian ini saja. Masyarakat Demak tidak pernah lupa untuk selalu mengadakan seni barong kusumo joyo ketika terdapat acara khitanan karena mereka menganggap kesenian ini akan melindungi mereka dari hal-hal buruk.







