Fight Club Yogyakarta atau sering disebut Fight Club Yk, salah satu komunitas yang didirikan oleh Adi Bayu Perkasa yang saat ini menjabat sebagai Ketua II dan Kepala Divisi Pengembangan Fight Club Yk bersama dengan teman-teman nya. Ide yang terinspirasi dari salah satu film barat Fight Club “Kami awal nya hanya sekedar main biasa di gudang, trus ada yang bilang, yok ajak teman-teman yang lain, ya udah kami pinjem pendopo di pasty untuk konsep nya dulu. Kayak ring nya seperti apa, sistem nya seperti apa nanti kalo tanding, jadi ya kami langsung praktek karena mau riset dulu untuk event nya, nah dari situ udah ada beberapa warga yang jadi penonton bahkan mereka join juga, jadilah kami sampai sekarang.” Ujar Adi yang sering dipanggil mas Kocok.
Kesulitan dalam menjalankan komunitas Fight Club Yk
Pada awal berjalan nya komunitas ini, beberapa kesulitan sering terjadi ketika mulai berjalannya event “Kadang dulu kami pernah ada laporan dari pihak kepolisian yang menanyakan kelegalitasan dan apakah marak terjadi perjudian dari event ini, padahal sudah jelas untuk perjudian tidak pernah ada di event ini, tapi dari situ akhirnya kami ngobrol sama polisi tentang gimana cara nya, nah jadilah polisi nya bantu untuk izin nya. Dan kami juga kami minta izin legalitas sama KONI, dan kami juga ngobrol gimana soal manajemen pertandingan nya, sehingga dari ambulance, medis dan juga dokter yang jaga di lapangan jika terjadi apa-apa. Jadi untuk segala proses nya itu kami ikuti semua” Kata Dama selaku ketua dari Fight Club Yk
Komunitas Fight Club sebagai wadah anak muda terlebih pada anak muda yang terlibat di kejahatan jalanan
Komunitas ini sangat diharapkan bisa mewadahi energi, terlebih untuk anak muda Yogyakarta yang berujung pada perbuatan kejahatan di jalanan salah satu nya klitih. Seperti yang dikatakan oleh Kocok “Justru setiap event, rata-rata yang paling memadai event itu kayak mahasiswa pekerja muda yang ingin cari keringat aja semacam untuk main-main aja. Jadi kami sangat yakin kalo komunitas ini bisa menjadi wadah anak muda, sekaligus kami sangat terbuka untuk teman-teman yang energi nya itu berlebih, tapi salah arah kayak melampiaskan ke jalanan, mungkin bisa dilampiaskan ke event ini, ke sini kami bisa menerima semua perlawanan dalam bentuk boxing.” Ujar Kocok saat melakukan sesi wawancara.
Selain Kocok, Faratz sebagai salah satu masyarakat yang menyaksikan pertandingan salah satu event Fight Club pun mengomentari komuintas Fight Club “Kalau saya sebagai Masyarakat umu ya, menurut ku event ini sangat menarik untuk kami kalangan anak muda, karna kami punya pelarian yang bagus lah, dan juga karna gak ada konsep menang-kalah, jadi kami enjoy aja saat jadi peserta, istilah nya kami sama-sama bertanding untuk main-main aja.” Faratz, sebagai masyarakat yang juga pernah menjadi salah satu peserta di Fight Club.
Hal yang menarik selama bergabung di camp Fight Club
Daris sebagai fighter yang juga merangkup bagian Tim Komunitas mengungkapkan banyak sekali skill yang di dapat, seperti skill berbicara dan mengatur anggota, “ Acara camp ini biasa jalan di hari Selasa, Kamis, Sabtu, Minggu. kita dijadwal seminggu 4 kali latihan kalau buat masuk yang di FC Kak camp ini kita Open buat semua orang ya masuk tinggal latihan, dan juga enak nya itu, kami selalu welcome sama yang mau bergabung di camp. Tenang aja, untuk pelatihnya itu dari PERTINA, jadi kita benar-benar dibantu disini” Ujar Tio sebagai Ketua Camp Fight Club
Tio juga mengucapkan tidak adanya biaya perndaftaran untuk menjadi anggota Fight Club. Bahkan jika benar-benar ingin mengasah boxing, mereka juga bisa membantu terkait pelatihan dan juga jalannya.
Pentingnya Support dari beberapa Lembaga
“Sebenarnya kalo dibilang komunitas ini untuk benar-benar menguranngi klitih ya, kami jujur belum pernah bilang itu, tapi kami justru ingin tawarkan kepada rekan-rekan internal, bahwa program ini memang bertujuan mengatasi kekerasan di jalanan, bukan 100 persen bisa tapi ini upaya kami untuk membantu salah satunya kepolisian, karena yang mereka butuh (anggota klitih) itu cuma pengakuan sangar dan kuat, nah kami tawarkan sesuatu ketika mereka pingin sangar kami tawarkan solusi yang jauh lebih baik, menang-kalah gak akan ada, karena fairplay. Jadi untuk para Lembaga negara yang tujuan nya sama dengan kami, mungkin bisa bicarakan dengan kami” ujar Dama sebagai penutup wawancara.
Penulis: Agnes Silitonga





