Ditengah permasalahan sampah yang semakin mendesak, seorang seniman asal Yogyakarta Iskandar Hardjodimulyo berhasil menciptakan sebuah solusi kreatif yang tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan tetapi juga menjaga warisan budaya Indonesia. Di tangannya sampah limbah yang sering dianggap tidak berharga disulap menjadi karya seni bernilai tinggi yang disebut “Wayang Uwuh”.
Inspirasi Terciptanya Wayang Uwuh
Kisah ini bermula pada tahun 2013, saat saya menjadi seorang relawan di Bantaran Sungai Ciliwung, pada saat itu terjadi bencana banjir yang cukup besar dan usai banjir terdapat banyak puing-puing sampah plastik seperti plastik bekas, kardus bekas, seng bekas, dan triplek bekas. Dari situlah muncul ide saya untuk mendaur ulang sampah-sampah menjadi wayang, di mana wayang menjadi salah satu ikon budaya Indonesia,”Ujar Iskandar pencipta Wayang Uwuh saat diwawancarai pada 19 Oktober 2024.
Karya ini tidak hanya menarik perhatian warga tetapi juga media, ketika banjir surut Iskandar memanfaatkan kesempatan ini untuk menampilkan hasil karyanya. Sebuah pementasan wayang yang diadakan diatas tanggul Ciliwung, pertunjukan tersebut menarik perhatian berbagai media yang menjadi awal mula popularitas Wayang Uwuh. Setelah pementasan Iskandar diundang untuk memamerkan hasil karya-karyanya di acara besar di Parkir Timur Senayan Jakarta. Wayang dari bahan sampah tersebut dipamerkan dengan bangga.
Kenapa Dinamakan Wayang Uwuh
Disela-sela pameran, saya kembali menggelar pementasan kali ini diatas sebuah bemo yang sudah dimodifikasi menjadi bak terbuka. Pertunjukan tersebut sukses besar dan bahkan seorang aktor terkenal menyaksikan pementasan itu dan berkata “Wah Wayang Uwuhnya bagus!” Dari situlah nama Wayang Uwuh lahir menjadi identitas khas dari karya-karya saya,”Ujar Iskandar.
Proses Pembuatan Wayang Uwuh
Iskandar belajar secara otodidak untuk membuat wayang dari limbah sampah. Proses pembuatan wayang dimulai dengan mengumpulkan sampah kemudian di bersihkan hingga kering, setelah itu Iskandar menggambar pola karakter wayang pada bahan tersebut lalu memotong dan mewarnainya dengan cat akrilik, langkah terakhir memasang bambu untuk membuat kerangka dan penggerak tangan wayang. Waktu pembuatan satu wayang berbeda-beda tergantung tingkat kesulitannya, beberapa karya membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, harganya juga bervariasi mulai dari Rp. 50 ribu hingga jutaan rupiah.
Wayang Uwuh Terkenal Diberbagai Negara
Popularitas Wayang Uwuh terus meningkat, pada tahun 2017 Iskandar diundang untuk pameran tunggal dan Workshop di Thailand dari kegiatan itu Wayang Uwuh karyanya dipamerkan secara tetap di Bangkok Art and Culture Thailand hingga saat ini. Kreasi Iskandar terus merambah ke berbagai negara hingga mengundang perhatian publik mancanegara seperti, Belanda, Inggris, Swedia, Italia, Perancis, Jerman, Israel, India, Srilanka, Bhutan, Thailand, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Australia, Filipina, Singapura, dan Vietnam.
Awal Mula Gerakan Sedekah Centelan
Saat pandemi Covid 19 melanda, Iskandar memutuskan untuk pindah ke yogyakarta . Di yogyakarta Iskandar memulai inisiatif baru yang ia sebut Sedekah Centelan, sebuah gerakan sosial yang menawarkan sedekah dengan menggantungkan paket sembako di pinggir jalan. Gerakan ini viral dan berlangsung dari bulan April hingga September memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan di masa sulit.
Gerakan Sedekah Centelan, didukung oleh hasil dari penjualan pameran Wayang Uwuh. Karya saya bukan hanya menjadi medium ekspresi seni, tetapi juga alat untuk membantu sesama.” Ujar Iskandar.
Pada saat itu terjadi krisis sampah di yogayakarta yang membuat Iskandar menggunakan karyanya sebagai simbol kampanye daur ulang dan pengelolaan sampah yang kreatif dan bermanfaat. Iskandar percaya bahwa lingkungan hidup dan budaya memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan memanfaatkan sampah sebagai bahan dasar. Iskandar memegang prinsip “Memayu Hanyuning Bowono” yang berarti kewajiban kita bukan hanya untuk menyejahterakan diri sendiri tetapi juga menjaga bumi.
Angkringan Wayang Uwuh
Selain menghasilkan karya seni, Iskandar juga mendirikan angkringan yang diberi nama “Angkringan Wayang Uwuh”, yang menggabungkan konsep kuliner dengan edukasi seni. Disini, pengunjung dapat menikmati makanan khas angkringan sambil belajar langsung tentang proses pembuatan Wayang Uwuh dan berbagai karakter wayang.
Tujuan utama saya adalah mengedukasi masyarakat bahwa limbah atau sampah sebenarnya bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Selain itu saya ingin mengangkat minat generasi mudah terhadap seni wayang.”Ujar Iskandar.







