SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring Tulis Sejarah: Lulus Berpiagam hingga TKA Raih Peringkat 1 Magelang

SMP M plus Gunungpring

MAGELANG – Angka 17 menjadi simbol istimewa bagi Angkatan 17 SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring. Bukan hanya sekadar angka, tetapi menjadi identitas sebuah generasi yang berhasil menorehkan sejarah baru bagi sekolah.

Perjalanan Angkatan 17 dimulai pada tahun 2023, ketika dunia pendidikan perlahan bangkit setelah melewati masa pandemi Covid-19. Berbeda dengan angkatan sebelumnya, jumlah peserta didik baru saat itu terbilang kecil, hanya 100 siswa.

Bacaan Lainnya

Namun, perjalanan waktu membuktikan bahwa jumlah bukanlah penentu sebuah keberhasilan. Dari 100 siswa tersebut justru lahir generasi dengan segudang prestasi yang membanggakan.

Setelah tiga tahun menempuh pendidikan, Angkatan 17 berhasil mencatatkan kelulusan 100 persen. Tidak hanya itu, seluruh siswa juga berhasil meraih piagam kejuaraan dari berbagai ajang, mulai tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga internasional.

Capaian tersebut menjadi bukti kerja keras para siswa, dukungan orang tua, serta bimbingan para guru yang terus mendampingi mereka selama proses pendidikan.

Prestasi terbesar lainnya datang dari bidang akademik. Melalui hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring berhasil meraih peringkat pertama tingkat Kabupaten Magelang.

Pencapaian tersebut menjadi momen bersejarah karena setelah era Ujian Nasional, SMP M Plus selama delapan tahun berturut-turut mampu bertahan di posisi tiga besar kabupaten. Kini, Angkatan 17 berhasil membawa sekolah kembali ke puncak prestasi akademik.

Tidak berhenti di tingkat daerah, hasil TKA tersebut juga membawa SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring masuk dalam jajaran 100 besar sekolah terbaik tingkat nasional.

Sebuah capaian yang bahkan melampaui harapan awal para pendiri sekolah yang sebelumnya menargetkan bisa menembus 500 besar nasional.

Salah satu siswa yang menjadi sorotan adalah Muhammad Nizar Aulia Laqif. Ia berhasil mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih nilai sempurna pada TKA.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Magelang. Dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Sawitan, Mungkid, Muhammad Nizar Aulia Laqif menerima penghargaan langsung dari Bupati Magelang Grengseng Pamuji berupa piagam apresiasi serta voucher belanja senilai Rp1 juta di Artos Mall Magelang.

Bagi Angkatan 17, keberhasilan bukan hanya tentang medali, piala, maupun sertifikat. Lebih dari itu, mereka membuktikan bahwa keterbatasan jumlah bukan penghalang untuk mencetak prestasi besar.

Mereka datang sebagai angkatan dengan jumlah kecil, tetapi meninggalkan jejak besar dalam sejarah SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring.

“Angkatan 17 bukan sekadar angka. Angkatan 17 adalah cerita tentang keberanian bermimpi, kerja keras tanpa henti, dan sejarah yang berhasil mereka tulis sendiri,” ujar Iwan Setiawan, Koordinator Timses TKA MPZ 17.

Kini, nama Angkatan 17 akan selalu dikenang sebagai generasi yang berhasil mengubah 100 siswa menjadi 100 cerita inspiratif tentang prestasi, perjuangan, dan keberhasilan.

Pos terkait