Magelang, 12 Juli 2026 – Universitas Tidar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengolahan Limbah Minyak Jelantah menjadi Lilin Berbasis Potensi Lokal di Desa Pagersari.” Kegiatan ini merupakan upaya mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai tambah yang ramah lingkungan dan berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat.
Kegiatan dilaksanakan di Desa Pagersari dengan melibatkan 30 peserta yang berasal dari Karang Taruna Desa Pagersari. Tim pengabdian diketuai oleh Aditya Kumala Dewi, S.E., M.Ec.Dev., dengan anggota dosen Fauziah Eka Permadani, S.E., M.E., Syifaur Rahmah, S.E., M.Ec.Dev., dan Saras Shinta Qurrota ‘Aini, S.Pd., M.Sc. Kegiatan ini juga didukung oleh mahasiswa Retno Rekayati dan Della Ayu Anggraini yang berperan sebagai pendamping selama pelatihan berlangsung.
Pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah minyak jelantah agar tidak dibuang sembarangan yang berpotensi mencemari lingkungan. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, minyak jelantah diolah menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi sehingga dapat menjadi alternatif produk kreatif berbasis potensi lokal.
Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai dampak pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan, konsep ekonomi sirkular, serta peluang pengembangan usaha berbasis pemanfaatan limbah. Setelah sesi penyampaian materi, peserta mengikuti praktik langsung mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga proses pencetakan lilin aromaterapi.

Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mempraktikkan setiap tahapan pembuatan lilin aromaterapi. Melalui kegiatan tersebut, peserta berhasil menghasilkan produk lilin aromaterapi yang dapat dimanfaatkan sebagai produk rumah tangga maupun dikembangkan sebagai peluang usaha yang memiliki nilai jual.
Ketua tim pengabdian, Aditya Kumala Dewi, S.E., M.Ec.Dev., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat tidak lagi memandang minyak jelantah sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program, tim pengabdian Universitas Tidar menyerahkan seperangkat peralatan pembuatan lilin aromaterapi kepada Rizkia Alvianto selaku Ketua Karang Taruna Desa Pagersari. Penyerahan peralatan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal bagi Karang Taruna untuk melanjutkan produksi secara mandiri, mengembangkan inovasi produk, serta memperluas peluang usaha berbasis ekonomi sirkular di tingkat desa.

Ketua Karang Taruna Desa Pagersari, Rizkia Alvianto, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal serta membuka peluang usaha kreatif bagi generasi muda desa.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Universitas Tidar berharap kolaborasi dengan Desa Pagersari dapat terus berlanjut melalui program pendampingan dalam aspek produksi, pengemasan, branding, dan pemasaran produk. Dengan demikian, pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi lilin berbasis potensi lokal tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, memperkuat jiwa kewirausahaan masyarakat, serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.







