Dua Sejoli Kepergok di Toilet Masjid di Magelang, Polsek Mertoyudan Tempuh Mediasi Damai

MAGELANG – Polsek Mertoyudan, Polresta Magelang, memfasilitasi penyelesaian dugaan perbuatan tidak pantas yang terjadi di kawasan Masjid Baitussalam, Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Kabupaten Magelang, pada Senin (13/7/2026). Permasalahan tersebut diselesaikan melalui mekanisme problem solving dengan hasil kesepakatan damai antara kedua belah pihak.

Proses mediasi berlangsung di Mapolsek Mertoyudan mulai pukul 09.00 WIB hingga 13.30 WIB. Kegiatan ini melibatkan unsur kepolisian, pemerintah desa, tokoh masyarakat, takmir masjid, Linmas, serta keluarga dari kedua pihak yang terlibat.

Bacaan Lainnya

Peristiwa bermula ketika warga mencurigai dua orang yang berada di dalam toilet Masjid Baitussalam. Keduanya diketahui berinisial M.N.D. (24), warga Kecamatan Mertoyudan, dan E.R.P. (20), warga Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Kecurigaan warga muncul setelah keduanya dipergoki berada di area toilet masjid. Kejadian tersebut menarik perhatian masyarakat hingga sejumlah warga berkumpul di lokasi. Untuk menghindari potensi gangguan keamanan dan ketertiban, keduanya kemudian diamankan ke Mapolsek Mertoyudan guna menjalani pemeriksaan sekaligus proses penyelesaian.

Dalam mediasi tersebut, Polsek Mertoyudan mengedepankan pendekatan kekeluargaan dengan mempertemukan kedua belah pihak bersama keluarga masing-masing, takmir Masjid Baitussalam, Kepala Desa Girirejo, perangkat dusun, serta unsur Linmas.

Melalui musyawarah yang difasilitasi kepolisian, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai. Kesepakatan itu dituangkan dalam surat perjanjian yang ditandatangani bersama. Salah satu poin dalam perjanjian menyatakan pihak pertama berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya serta bersedia bertanggung jawab penuh atas tindakan yang telah dilakukan.

Kapolsek Mertoyudan AKP Aris Mulyono menjelaskan, penyelesaian melalui problem solving dilakukan dengan mengutamakan musyawarah serta melibatkan tokoh masyarakat dan keluarga kedua belah pihak agar situasi tetap kondusif.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah menahan diri dan memilih penyelesaian secara kekeluargaan. Kehadiran kepolisian dalam proses ini bertujuan menjaga keamanan, mencegah konflik di tengah masyarakat, serta memberikan ruang penyelesaian yang bijaksana dengan melibatkan seluruh unsur terkait,” ujar AKP Aris.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga norma, etika, serta menghormati kesucian tempat ibadah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Tempat ibadah merupakan sarana untuk beribadah dan menjalankan kegiatan keagamaan. Kami mengajak seluruh masyarakat menjaga kehormatan dan kesuciannya, serta segera berkoordinasi dengan aparat apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Seluruh rangkaian mediasi berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Polsek Mertoyudan berharap kesepakatan yang telah dicapai dapat dipatuhi oleh kedua belah pihak sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga secara harmonis.

Pos terkait