Magelang – Sebanyak 12 sekolah dasar (SD) negeri di Kota Magelang, Jawa Tengah, mengalami kekurangan peserta didik baru pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Kondisi ini mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang menyiapkan langkah regrouping atau penggabungan sekolah yang berada dalam satu kawasan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho, mengatakan sebagian besar sekolah yang terdampak hanya memperoleh kurang dari 15 siswa baru hingga penutupan pendaftaran pada pekan lalu.
Padahal, dalam ketentuan pembentukan rombongan belajar (rombel), satu kelas di tingkat SD idealnya diisi sekitar 28 siswa agar proses belajar mengajar berjalan lebih efektif.
“Untuk sekolah yang kekurangan murid, kami rencanakan regrouping,” kata Nurwiyono, dikutip dari Kompas.com, Senin (8/6/2026).
Regrouping Jadi Solusi Efisiensi Sekolah
Regrouping merupakan kebijakan penggabungan dua sekolah yang berlokasi berdekatan atau berada dalam satu kompleks. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus mengoptimalkan penggunaan tenaga pendidik dan fasilitas sekolah.
Salah satu contoh yang disiapkan adalah penggabungan SD Negeri Cacaban 1 dengan SD Negeri Cacaban 6, karena keduanya berada dalam satu lingkungan sekolah.
Menurut Nurwiyono, di Kota Magelang terdapat sekitar 20 SD negeri yang berdiri dalam satu kompleks. Namun, tidak semuanya akan digabung.
Hal itu karena sebagian sekolah masih memiliki jumlah pendaftar yang mencukupi sehingga belum memerlukan kebijakan regrouping.
Tidak Semua SD dalam Satu Kompleks Akan Digabung
Disdikbud Kota Magelang menegaskan bahwa kebijakan regrouping hanya akan diterapkan pada sekolah yang memang mengalami kekurangan murid secara signifikan.
Evaluasi dilakukan berdasarkan hasil SPMB 2026 dan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari jumlah peserta didik, lokasi sekolah, hingga efektivitas proses pembelajaran.
Dengan demikian, sekolah yang masih mampu memenuhi kuota peserta didik akan tetap beroperasi seperti biasa.
Fenomena Penurunan Murid Jadi Tantangan Pendidikan
Menurunnya jumlah siswa baru di sejumlah SD negeri menjadi tantangan yang mulai dihadapi berbagai daerah, termasuk Kota Magelang. Faktor seperti penurunan angka kelahiran, persebaran penduduk, hingga pilihan masyarakat terhadap sekolah tertentu menjadi beberapa penyebab yang turut memengaruhi jumlah pendaftar.
Melalui kebijakan regrouping, pemerintah daerah berharap kualitas layanan pendidikan tetap terjaga tanpa mengurangi hak siswa untuk memperoleh pembelajaran yang optimal.






