Resmi! Tim PPK Ormawa BEM KM FMIPA UGM Luncurkan Program BRICOFI Di Desa Trenten

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Desa Trenten yang terletak di Kecamatan Candimulyo, Magelang, Jawa Tengah terkenal akan produksi olahan kelapa sehingga disebut sebagai sentral kelapa. Banyaknya olahan kelapa tersebut menimbulkan limbah serabut dan tempurung kelapa yang signifikan. Limbah serabut dan tempurung kelapa tersebut sering diabaikan dan bahkan hanya “dianggurkan” di pekarangan rumah warga.

Prihatin akan permasalahan tersebut, tim BEM KM FMIPA UGM yang terdiri dari 14 mahasiswa FMIPA UGM menyusun sebuah program transformasi limbah yang akan meningkatkan daya jual limbah tersebut dengan didasarkan pada konsep zero waste. Program dengan judul “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Limbah Kelapa Menjadi Briket, Cocopeat, dan Cocofiber Untuk Mendukung Zero Waste dan Perekonomian Masyarakat Desa Trenten” yang diketuai oleh Griselda Lituhayu Tetuko Jakti ini mendapatkan hibah dana dari PPK Ormawa 2024.

Pada Hari Kamis (25/7), tim PPK Ormawa BEM KM FMIPA UGM melangsungkan peresmian program BRICOFI di Balai Desa Trenten. Acara ini dihadiri oleh anggota Gapoktan sebagai sasaran utama program, tim BRICOFI, perangkat desa, kepala desa, kepala dusun, dan dihadiri oleh Bapak Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng. selaku dosen pembimbing. 

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan sambutan. “Mari kita bersama-sama menyukseskan kegiatan ini dengan penuh semangat dan komitmen serta dapat terus berpartisipasi aktif pada seluruh rangkaian kegiatan PPK Ormawa,” papar Griselda dalam sambutannya di Balai Desa Trenten Kamis (25/7).

Sambutan dilanjutkan oleh Bapak Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng. selaku dosen pembimbing program BRICOFI. “Seluruh anggota tim BRICOFI untuk terus menjalin kolaborasi yang baik untuk memastikan keberlanjutan program dan memaksimalkan manfaatnya bagi semua pihak,” papar beliau di Balai Desa Trenten Kamis (25/7).

“Kami sangat senang dengan adanya mahasiswa dari UGM yang dapat membantu pengolahan limbah serabut dan tempurung kelapa di Desa Trenten. Semoga kedepannya Desa Trenten dapat menjadi desa percontohan bagi desa-desa yang lainnya,” ungkap Bapak Nasihin dalam sambutannya Kamis (25/7).

Acara dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Griselda, Bapak Fajar, dan Bapak Nasihin sebagai simbolis peresmian program BRICOFI. Dengan resminya program BRICOFI, diharapkan masyarakat di  Desa Trenten dapat menerima dan mengikuti program hingga akhir, serta program dapat berjalan dengan lancar.

Pos terkait