BEM KM FMIPA UGM Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2024, Langkah Awal Wujudkan SDGs Nomor 8 di Desa Trenten

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

PPK Ormawa merupakan singkatan dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa adalah program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh organisasi kemahasiswaan. Program PPK Ormawa didukung oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dit. Belmawa Ditjen Diktiristek), Kemendikbudristek, serta perguruan tinggi.

Terdiri dari 14 topik, BEM KM FMIPA UGM lolos pendanaan melalui topik desa/kelurahan wirausaha dengan judul proposal “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Limbah Kelapa Menjadi Briket, Cocopeat, dan Cocofiber Untuk Mendukung Zero Waste dan Perekonomian Masyarakat Desa Trenten”, disingkat dengan program BRICOFI. 

Program BRICOFI mengambil desa mitra di Desa Trenten, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Desa Trenten terkenal sebagai sentral industri kelapa karena memiliki perkebunan kelapa yang luas. Kelapa tersebut dipanen dan diolah oleh anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Trenten.

Banyaknya kelapa yang diolah menghasilkan limbah berupa serabut dan tempurung kelapa. Kebanyakan dari limbah tersebut belum diolah, bahkan hanya dibiarkan membusuk. Hal tersebut dapat menyebabkan tanah menjadi tidak subur karena tercemari oleh zat tanin dari limbah serabut dan tempurung kelapa.

Oleh karena itu, tim PPK Ormawa BEM KM FMIPA mengusung program BRICOFI yang bertujuan untuk mengubah tempurung kelapa menjadi briket serta serabut kelapa menjadi cocopeat dan cocofiber.

Tujuan pembangunan berkelanjutan atau yang lebih dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs) adalah serangkaian komitmen yang diterapkan oleh seluruh negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan dan kekurangan lainnya yang berjalan dengan adanya peningkatan kesehatan dan pendidikan, pengurangan kesenjangan, pertumbuhan ekonomi – sembari mengatasi perubahan iklim dan pengupayaan kelestarian lautan dan hutan kita. Penerapan dari tujuan pembangunan berkelanjutan di masa kini dapat dilakukan di desa, sehingga disebut dengan SDGs desa. 

Program BRICOFI dirancang untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan nomor 8 yaitu pertumbuhan ekonomi desa merata. Limbah serabut dan tempurung kelapa akan ditransformasikan dari limbah menjadi inovasi briket, cocopeat, dan cocofiber yang memiliki nilai jual lebih tinggi sehingga akan meningkatkan perekonomian di Desa Trenten.

Program BRICOFI diketuai oleh Griselda Lituhayu Tetuko Jakti dengan anggota sebanyak 13 orang dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam serta dibimbing secara langsung oleh dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng. “Melalui kolaborasi antara mahasiswa BEM KM FMIPA UGM dengan masyarakat di Desa Trenten ini, kami berharap akan terwujud tujuan pembangunan berkelanjutan nomor 8 serta dapat menyelesaikan permasalahan program di Desa Trenten,” ucap Griselda, Senin (1/7).

Pos terkait