PURWOREJO – Polemik terkait meninggalnya Slamet Suradio atau Mbah Slamet, mantan masinis yang dikenal dalam Tragedi Bintaro 1987, terus menjadi perhatian publik. Setelah muncul kritik terhadap minimnya respons PT Kereta Api Indonesia (KAI) atas wafatnya mantan pegawai tersebut, kini KAI121 memberikan klarifikasi terkait tudingan pemblokiran akun media lokal Purworejo.
Sebelumnya, akun Instagram media lokal @purworejonya.id mengunggah kritik dengan menyemarkan komentar “Hallo KAI! Jangankan Melayat, Ucapan Duka Pun Nggak Ada!”. Unggahan tersebut menyoroti tidak adanya ucapan belasungkawa maupun kehadiran perwakilan resmi KAI saat proses pemakaman Mbah Slamet yang berlangsung di Purworejo, Jawa Tengah, pada Rabu (3/6/2026).
Tak lama setelah unggahan itu ramai diperbincangkan, muncul dugaan bahwa akun tersebut diblokir oleh layanan pelanggan KAI121. Dugaan tersebut memicu beragam reaksi dari warganet yang mempertanyakan keterbukaan perusahaan dalam menerima kritik.
Menanggapi isu yang berkembang, KAI121 akhirnya menyampaikan klarifikasi melalui kolom komentar pada unggahan Instagram tersebut.
“Selamat malam Kak @purworejonya.id. Menanggapi informasi yang menyebutkan adanya pemblokiran akun oleh KAI121, kami telah melakukan pengecekan secara internal. Berdasarkan hasil penelusuran yang kami lakukan, tidak ditemukan adanya tindakan pemblokiran terhadap akun yang dimaksud oleh KAI121,” tulis akun layanan pelanggan KAI121.
Dalam keterangannya, KAI121 juga menegaskan bahwa kendala yang dialami akun tersebut bukan disebabkan oleh tindakan pemblokiran.
“Kami memahami bahwa kondisi ini dapat menimbulkan pertanyaan maupun ketidaknyamanan. Oleh karena itu, kami perlu meluruskan informasi yang beredar agar tidak terjadi kesalahpahaman. Kendala yang dialami tidak disebabkan oleh adanya pemblokiran akun,” lanjut pernyataan tersebut.
KAI121 juga menegaskan komitmennya sebagai kanal layanan pelanggan yang terbuka terhadap berbagai bentuk pertanyaan, masukan, maupun keluhan dari masyarakat.
“Sebagai kanal layanan pelanggan, KAI121 berkomitmen untuk melayani seluruh pelanggan secara optimal dan sesuai prosedur yang berlaku. Kami selalu terbuka dan tidak membatasi pelanggan dalam menyampaikan pertanyaan, masukan, maupun keluhan melalui kanal layanan yang tersedia,” tulis KAI121.
Meski demikian, klarifikasi tersebut belum sepenuhnya meredam diskusi publik mengenai perhatian perusahaan terhadap sosok Mbah Slamet Suradio. Banyak warganet yang menilai persoalan utama bukanlah dugaan pemblokiran akun, melainkan harapan agar perusahaan memberikan penghormatan atau ucapan belasungkawa kepada mantan masinis yang pernah menjadi bagian dari sejarah perkeretaapian Indonesia.
Mbah Slamet Suradio meninggal dunia pada usia 87 tahun di Bekasi dan dimakamkan di kampung halamannya di Purworejo. Namanya dikenal luas setelah menjadi masinis dalam Tragedi Bintaro pada 19 Oktober 1987, salah satu kecelakaan kereta api paling kelam dalam sejarah Indonesia yang menewaskan lebih dari seratus orang.
Hingga saat ini, perhatian publik masih tertuju pada bagaimana institusi terkait merespons wafatnya sosok yang selama puluhan tahun hidup dengan bayang-bayang tragedi tersebut. Di sisi lain, klarifikasi dari KAI121 setidaknya memberikan penjelasan bahwa tudingan pemblokiran akun media lokal tersebut tidak ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan internal yang dilakukan perusahaan.






