Tim PPK Ormawa BEM KM FMIPA UGM Melakukan Sosialisasi Zero Waste di Desa Trenten

  • Whatsapp

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Tim PPK Ormawa BEM KM FMIPA UGM melakukan sosialisasi zero waste di Desa Trenten, Candimulyo, magelang, Jawa Tengah pada Kamis (25/7). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program yang bernama program BRICOFI. Program BRICOFI bertujuan untuk mengubah limbah serabut kelapa menjadi cocopeat dan cocofiber serta mengubah limbah tempurung kelapa menjadi briket berdasarkan pada konsep zero waste.

Zero waste merupakan sebuah konsep peminimalan limbah yang mendorong minimalisasi limbah dan memaksimalkan daur ulang untuk membangun kehidupan berkelanjutan. Hal tersebut berarti mengurangi produksi limbah hingga seminimal mungkin.

Kegiatan sosialisasi zero waste dilaksanakan di Balai Desa Trenten pada pukul 10.00 dengan menghadirkan pembicara bapak Bapak Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng.

Zero waste berprinsip pada 5R yaitu refuse (menolak), reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur ulang), dan rot (mengompos). Tujuan utama dari penerapan zero waste adalah mengurangi polusi, mengelola sumber daya, serta meningkatkan kualitas hidup.

Dimulai pada pukul 10.00, anggota Gapoktan mengisi presensi, kemudian menyanyikan Indonesia Raya. Selanjutanya sosialisasi dibuka dengan sambutan dari Griselda Lituhayu Tetuko Jakti, selaku ketua dari program BRICOFI.”Kami berharap setelah diadakannya sosialisasi zero waste ini, masyarakat di Desa Trenten dapat menerapkan konsep zero waste pada kehidupan sehari-hari. Karena sejatinya konsep zero waste ini sangat mudah untuk diterapkan dan memberikan banyak manfaat untuk kita semua,” ucap Griselda Kamis (25/7).

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Fajar, selaku dosen pembimbing dari program BRICOFI.” Diharapkan dengan adanya program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Trenten tentang pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab dan penerapan konsep zero waste,” papar Bapak Fajar di Balai Desa Trenten, Kamis (25/7).

Sementara itu, Bapak Ahmad Nasihin selaku kepala sie pemerintahan menuturkan bahwa beliau sangat berharap dengan adanya sosialisasi zero waste ini masyarakat di Desa Trenten dapat lebih memahami serta menyadari pentingnya menerapkan konsep zero waste di kehidupan sehari-hari.

Pada sosialisasi ini, sasaran program yaitu anggota Gapoktan mengisi postest dan pretest sebagai parameter peningkatan pemahaman sasaran mengenai materi yang disampaikan. Peningkatan pengetahuan mengenai zero waste menandakan bahwa sosialisasi zero waste yang dilakukan oleh tim PPK Ormawa BEM KM FMIPA UGM telah berhasil. Sosialisasi diawali dengan pemaparan materi mengenai zero waste, sesi diskusi, dan ditutup dengan sesi tanya jawab.

Anggota Gapoktan Desa Trenten yang merupakan sasaran dari porgram BRICOFI mampu aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Hal tersebut menandakan tingginya antusiasme dari anggota Gapoktan terhadap program BRICOFI yang dibawakan oleh tim PPK Ormawa BEM KM FMIPA UGM.

Konsep zero waste sendiri memiliki berbagai manfaat yang dapat dirasakan, di antaranya yaitu mencegah pencemaran lingkungan, mencegah munculnya penyakit, dan yang paling utama yaitu dapat menghasilkan sumber daya dan peluang usaha baru seperti pada program BRICOFI.

“Sebelumnya saya nggak tau mbak apa itu zero waste, setelah mengikuti sosialisasi ini saya jadi tau kalau kita bisa memanfaatkan limbah yang ada di sekitar kita,” jelas Ibu Qamariyah anggota KWT Nira Lestari Kamis (25/7).

Sosialisasi zero waste yang digelar oleh tim PPK Ormawa BEM KM FMIPA UGM bertujuan untuk mengingatkan masyarakat Desa Trenten mengenai pentingnya meminimalisir terbentuknya limbah. Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap masyarakat dapat menerapkan konsep zero waste pada kehidupan sehari-hari dan dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

Pos terkait