“Kisah Inspiratif Dibalik Kesuksesan Bakpia 378 : Hasil Karya Warga Bnaan Lapas Wiroguna”

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Di balik kesuksesan Bakpia 378 tersimpan kisah inspiratif tentang semangat perubahan dan pemberdayaan. Produk ini lahir dari tangan- tangan kreatif warga binaan Lapas Wirogunan yang menjalani pelatihan keterampilan sebagai bagian dari program pembinaan. Menjadi narapidana bukanlah akhir dari segalanya, bahkan narapidana atau warga binaan bisa memberikan manfaat usai menjalani hukuman. Hal ini bisa ditemukan di Lapas Wirogunan Yogyakarta, dimana para warga binaan memproduksi bakpia kelas premium yang bisa dinikmati masyarakat diluar jeruji besi.

Lapas Wirogunan IIA, memiliki sejumlah program bimbingan kerja yang inovatif salah satunya, produksi jajanan khas Yogyakarta Bakpia. Bakpia ini diberi nama Bakpia Mbah Wiro, yang terinspirasi dari tuanya usia Lapas Wirogunan sedangkan angka 378 diambil dari pasal KUHP tentang penipuan.

Awal Mula Terciptanya Bakpia 378

Jati Suryono yang merupakan Kepala Subseksi Bimbingan Kerja & Pengelolaan Hasil Kerja mengungkapkan bahwa produksi bakpia ‘Mbah Wiro 378’ awalnya dimulai dengan iseng saat dia mencari aspirasi dari warga binaan. Kebetulan, saat itu ada salah satu warga binaan yang memiliki keahlian dalam membuat bakpia, sehingga ide ini akhirnya diwujudkan menjadi program pelatihan yang lebih serius.

Di sini warga binaan diberi pelatihan kerja agar tetap produktif meski tinggal di dalam jeruji besi. Selain itu keterampilan ini bisa menjadi bekal untuk kehidupan mereka kelak jika mereka sudah menyelesaikan hukumannya. Salah seorang warga binaan, Edi Susanto mengaku kegiatan ini telah memberi perubahan besar dalam hidupnya.

Perubahannya banyak sekali, terutama di bakpia ini ya.  Pertama perilaku kami harus rutin harus bisa bangun pagi, karena kami harus stay jam 6 itu harus stay meskipun secara rutin kami datang atau dijemput untuk melakukan kegiatan ini jam 07.30. Tapi tidak menutup kemungkinan kami jam 06.30 itu kadang sudah dijemput. Ketika ada pesanan yang harus stay harus siap jam 08.00,”Ujar Edi Susanto warga binaan lapas wirogunan pada saat diwawancarai pada 24 Oktober 2024.

Edi menambahkan warga binaan yang membuat bakpia ini bukan bekerja secara sukarela. Ia dan rekan- rekannya mendapat imbalan dari pihak lapas.” Kami dan temen-temen bakpia yang ada disektor kita semua mendapat premi. Jadi gini, premi itu sebagian diberikan kepada kami, kemudian sebagian lagi ada yang ditabung, ditabung di tempat bapak pembina. Bahkan kami sempat juga dibukakan rekening di BRI. Dari teman-teman bakpia maupun teman-teman yang lain yang ada di bimker yang mengikuti program-program kerja yang mendapatkan intensif, itu mereka diwajibkan untuk menabung. Dan tabungan itu akan diberikan ketika kita bebas nanti.” Ujar Edi Susanto.

Penualan Bakpia Mbah Wiroh 378 yang dulunya terbatas hanya di beberapa tempat, kini telah mengalami perkembangan pesat. Bakpia Mbah Wiro 378 yang semula dikenal di kalangan lokal, kini telah meluas dengan banyaknya peminat dari berbagai daerah. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa produk bakpia tersebut tidak hanya disukai oleh warga sekitar, tetapi juga mampu menarik perhatian konsumen dari luar kota bahkan luar pulau. Dengan kualitas dan cita rasa yang khas, Bakpia Mbah Wiro 378 berhasil menjangkau pasar yang lebih luas, menjadikannya sebagai salah satu pilihan favorit bagi para pecinta kuliner.

Pos terkait