Kubro Siswo: Seni Tradisional Penyebaran Agama Islam di Tanah Jawa

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Seni Kubro Siswo merupakan sebuah kesenian yang berkembang di masyarakat Magelang, salah satunya di Desa Mangunsari, Kecamatan Sawangan. Seni tradisional ini sebagai representasi dari kisah penyebaran agama Islam di Magelang yang dilakukan oleh Sunan Geseng, salah satu murid dari Sunan Kalijaga. Kubro berarti ‘besar’ dan Siswo berarti ‘murid’ sehingga Kubro Siswo dimaknai sebagai nasihat agar umat Islam senantiasa mengingat Kebesaran Tuhan dengan melakukan ibadah agar ada keseimbangan antara kehidupan akhirat dan dunia.

Di Desa Mangunsari, kesenian Kubro Siswo dilakukan oleh sanggar tari bernama Hesti Muda. Kesenian Kubro Siswo biasanya bersamaan dengan kesenian Jaranan dan Warokan dan dilaksanakan saat ada hajatan atau peringatan hari tertentu. Salah satu pengurus dari Hesti Muda, Pak Nanang Setiawan menjelaskan, ada 7 susunan tarian yang dilakukan dalam Seni Kubro di Desa Mangunsari diantaranya tarian rodhat dari anak kecil, tarian rodhat dari orang dewasa, tarian strat, tarian 16an atau tarian perang, tarian haji, atraksi, dan ditutup dengan tarian 16an lagi. Biasanya kesenian berlangsung di malam hari yang dimulai sekitar pukul 21.00 hingga pukul 00.00 atau 01.00 subuh, tetapi tetap menyesuaikan dengan permintaan yang punya hajatan.

Bacaan Lainnya

Para penari Kubro Siswo mengenakan kostum kaos dengan celana pendek juga kaos kaki yang panjangnya sebetis untuk laki-laki. Sedangkan untuk perempuan mengenakan kaos dengan celana panjang dan mengenakan batik yang diikatkan di pinggang dan menggunakan sepatu. Para penari menari menggunakan lagu-lagu islami dan lagu nasional yang dikemas dengan alunan musik gamelan. Yang unik dari kesenian ini adalah para penyanyi Kubro Siswo mengenakan pakaian seperti seorang jenderal dengan menggunakan topi dan membunyikan peluit untuk memberikan aba-aba bagi penari.

Sebagai penutup, Pak Nanang Setiawan berharap agar kesenian Kubro Siswo tetap dilestarikan dan dikembangkan. Terutama untuk anak muda yang jarang mengetahui dan melihat pertunjukkan ini. Salah satu cara yang dilakukan oleh Pak Nanang dan sanggar tari Hesti Muda dalam mengembangkannya adalah dengan menampilkan pertunjukkan ini sebagai salah satu paket wisata bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Desa Mangunsari.

Pos terkait