Tidak dapat dipungkiri bahwasannya menggambar adalah salah satu seni rupa yang diajarkan anak disetiap jenjang pendidikan. Pada pembelajaran Seni Rupa, menggambar adalah salah satu hal yang paling disukai oleh anak – anak. Dikarenakan dalam menggambar, anak – anak akan mencampurkan warna dan menuangkan ekpresi diri dalam suatu kertas. Kertas gambar yang putih bersih akan digambar oleh anak dengan mencampurkan beberapa warna sesuai dengan ide dan tema yang ditentukan. Biasanya tema yang sering ditentukan oleh pendidik ataupun orang tua di rumah apabila anak disuruh menggambar adalah ”Pemandangan”.
Pemandangan sendiri mencangkup lautan, gunung, hutan, perkebunan teh, sawah, perkotaan, pedesaan dan masih banyak lagi. Namun kenyataannya, anak – anak dari jenjang pendidikan PAUD sampai SMP apabila disuruh menggambar dengan tema ”pemandangan” pasti selalu memilih gunung. Padahal pemandangan di Indonesia ini tidak hanya gunung. Apabila menggambar gunung selalu lancip seperti bentuk segitiga sama kaki. Padahal aslinya gunung tidak selancip itu. Dilansir dari beberapa artikel bahwasanya menggambar gunung dengan bentuk segitiga adalah salah satu cara yang paling mudah dalam menggambar. Dikarenakan pendidik pada jaman tersebut mengajari cara menggambar yang cepat, mudah, dan praktis. Pada jaman dulu terdapat beberapa channel TV yang menampilkan cara – cara menggambar dengan mudah dari gabungan garis dan titik. Pada jaman tahun 2000- an sekitar penulis berusia SD TVRI menampikan cara – cara menggambar dengan mudah yang diajarkan oleh Pak Tino Sidin. Pak Tino Sidin adalah pelukis terkenal pada jaman tersebut dikarenakan memberikan cara – cara mudah bagi penonton untuk menggambar. Maka dari itu, dari adanya channel tersebut pendidik mengajarkan kepada anak – anak menggambar tema pemandangan adalah gunung yang berbentuk lancip seperti segitiga dengan sawah dan jalan yang menjulang dan poisi matahari yang berada ditengah apitan dua gunung. Sampai sekarang anak – anak masih menggunakan teknik tersebut untuk menggambar pemandangan.
Padahal kenyataannya di lapangan, posisi gunung tidak selamanya berada di kawasan persawahan namun dibawahnya adalah perkebunan teh dan sayur – sayuran. Hal tersebut sudah mendarah daging bagi anak – anak dalam menggambar. Seharusnya sebagai pendidik atau orang tua mengedukasi anak untuk tidak selalu menggambar gunung seperti itu, dan mengenalkan berbagai pemandangan lain seperti lautan, perkebunan teh, atau hutan yang bisa digambar oleh anak.
Selain menggambar gunung, anak juga sudah terbiasa dengan pewarnaan yang salah. Aslinya apabila kita lihat secara detail, gunung berwarna hijau . Namun anak – anak mewarnai gunung dengan warna biru. Walaupun dalam mewarnai anak dibebaskan untuk mengekspresikan diri, tetapi hal tersebut seharusnya dibenarkan sendari awal supaya tidak berkelanjutan. Anak pada usia PAUD sampai dengan SD dapat dilatih dengan memberikan gambaran konkrit sehingga mampu memahaminya dengan mudah. Walaupun menggambar adalah ekspresi diri yang tidak ada peraturan dan batasnya, namun perlu adanya saran serta masukan agar tidak ada miskonsepsi pada anak – anak.
Pemanfaatan perkembangan teknologi sekarang bisa digunakan oleh pendidik maupun anak – anak untuk mencari referensi dan teknik menggambar lain. Banyak sekali channel youtube dan tiktok yang mengajarkan cara menggambar dengan tema pemandangan tidak hanya gunung yang berbentuk seperti segitiga. Contohnya channel youtube Tafsi Drawing yang mengajarkan penonton untuk menggambar pemadangan pantai dengan warna yang nyata dan sesuai. Dari video tersebut, dapat ditiru dan dikembangkan oleh anak – anak dari berbagai tingkat pendidikan. Tidak hanya itu terdapat platform Tiktok yang bisa dijadikan referensi yaitu akun gaharu_pamungkas yang mengajarkan bagaimana cara menggambar pemandangan hutan dengan teknik pewarnaan gradasi yang cantik.
Penulis:
- Shinta Nur Avivah (Mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi)
- Dr. Eka Titi Andaryani, S.Pd., M.Pd (Dosen Universitas Negeri Semarang)






