MAGELANG – Persoalan video sekelompok remaja yang viral di media sosial karena diduga mengganggu dan meminta uang kepada pengendara di wilayah Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, akhirnya diselesaikan secara damai.
Polsek Borobudur memfasilitasi mediasi antara kedua pihak di Aula Polsek Borobudur, Sabtu (3/10/2026) malam. Penyelesaian dilakukan melalui musyawarah dengan mengedepankan pendekatan kekeluargaan.
Mediasi tersebut melibatkan unsur kepolisian, Babinsa, pemerintah desa, para remaja yang terlibat, serta pihak yang merasa dirugikan.
Pertemuan itu tidak hanya bertujuan menyelesaikan persoalan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan agar para remaja tidak mengulangi tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
Dalam proses musyawarah, masing-masing pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan persoalan yang terjadi. Setelah mendapatkan pemahaman dan pembinaan, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Para remaja pun menyampaikan permintaan maaf, yang kemudian diterima oleh pihak yang merasa dirugikan.
Kesepakatan perdamaian tersebut selanjutnya dituangkan dalam surat bersama. Para remaja juga berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatan serupa yang dapat mengganggu ketertiban umum.
PS Kasi Humas Polresta Magelang, Ipda Ady Lilik Purbianto, S.H., M.H., mengatakan bahwa mediasi dilakukan dengan mengedepankan pembinaan dan pendekatan kekeluargaan, mengingat pihak yang terlibat merupakan kalangan remaja.
“Persoalan ini sudah diselesaikan melalui musyawarah dan kedua pihak sepakat saling memaafkan. Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi para remaja agar lebih memahami batas-batas perilaku di ruang publik dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat,” kata Ady.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam memberikan pengawasan serta pembinaan terhadap anak-anak dan remaja.
Menurutnya, pengawasan dari keluarga dan lingkungan sekitar diperlukan agar para remaja dapat terhindar dari perilaku yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Harapannya, persoalan ini tidak terulang dan para remaja dapat mengisi waktunya dengan kegiatan yang positif,” pungkasnya.
Dengan adanya kesepakatan damai tersebut, persoalan video viral yang sempat menjadi perhatian masyarakat itu diharapkan tidak kembali terulang dan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban di lingkungan masyarakat.






