Santri Pondok Pesantren API Tegalrejo Diduga Dianiaya 3 Orang, Polsek Fasilitasi Mediasi hingga Sepakat Berdamai

MAGELANG – Polsek Tegalrejo, Polresta Magelang, memfasilitasi mediasi kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang santri Pondok Pesantren API Tegalrejo berinisial F, Rabu (14/10/2026). Melalui musyawarah yang melibatkan keluarga dan tokoh masyarakat, kedua pihak sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.

Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 20.30 WIB di Toko Hasbuna 2, Jalan Tegalrejo–Candimulyo, Dusun Peterongan, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang.

Bacaan Lainnya

Korban yang merupakan santri Pondok Pesantren API Tegalrejo diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga orang berinisial DT, LH, dan YI.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polsek Tegalrejo melakukan penanganan dan memfasilitasi pertemuan antara pihak korban dan pihak terduga pelaku untuk mencari penyelesaian atas permasalahan yang terjadi.

Kedua Pihak Sepakat Saling Memaafkan

Mediasi berlangsung di Aula Polsek Tegalrejo dengan melibatkan perwakilan pondok pesantren, keluarga pihak terduga pelaku, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk saling memaafkan dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Pihak terduga pelaku juga menyatakan komitmennya untuk tidak mengulangi perbuatan serupa serta berjanji tidak lagi mengonsumsi minuman beralkohol.

Tak hanya itu, keluarga dan perangkat setempat turut menyatakan kesediaannya untuk melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap pihak terkait. Langkah ini diharapkan dapat memastikan kesepakatan yang telah dibuat benar-benar dipatuhi.

Jaga Adab dan Kondusivitas Lingkungan

Penyelesaian melalui musyawarah tersebut menjadi momentum bagi semua pihak untuk melakukan introspeksi dan menjaga hubungan baik di tengah masyarakat.

Pengendalian diri, menjaga adab, serta menghindari konsumsi minuman beralkohol yang berpotensi memicu tindakan merugikan orang lain menjadi hal penting untuk diperhatikan bersama.

Sinergi antara kepolisian, keluarga, tokoh masyarakat, pemerintah setempat, dan pondok pesantren juga diperlukan untuk menjaga keamanan serta mencegah terulangnya kejadian serupa.

Selama proses mediasi berlangsung, situasi di Polsek Tegalrejo terpantau aman dan kondusif.

Pos terkait