Nilai Dan Filosofi Tari Bondan

  • Whatsapp

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Tari Bondan adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari kota Surakarta, Jawa Tengah. Tari tradisional ini merupakan tarian klasik yang sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit. Dahulu, tari Bondan ini sering ditampilkan oleh sekelompok gadis di desa di kerajaan Mataram sebagai simbol untuk menunjukkan diri mereka sebagai generasi ibu masa depan.

Pertunjukan tari Bondan memiliki filosofi yang menggambarkan seorang ibu yang merawat dan mendidik anaknya tanpa pamrih sampai meninggal. Tari bondan ini dilakukan oleh perempuan yang membawa boneka bayi sambil membawa paying terbuka lebar dan membawa kendhi. Kendi sendiri adalah tempat menyimpan air berbentuk teko dan terbuat dari tanah liat. Ada tiga macam gerakan dalam tari Bondan dengan makna yang berbeda, yaitu Bondan Cindogo, Bondan Mardiswi, dan Bondan Tani

  1. Tari Bondan Cindogo, merupakan tarian yang mengungkapkan kasih sayang seorang ibu yang telah kehilangan anaknya yang telah meninggal. Berdasarkan cerita tersebut, pertunjukan tarian ini cenderung membawakan perasaan sedih dan melodrama.
  2. Tari Bondan Mardisiwi, merupakan tarian yang mewakili suasana bahagia seorang ibu yang beruntung memiliki anak pertamanya.
  3. Tari Bondan Tani merupakan salah satu bentuk tari yang merekam kehidupan para ibu-ibu di desa yang selain terpaksa mengasuh anak, juga harus membantu suami bertani.

Gerakan dalam tari Bondan sudah lama menjadi kekayaan budaya Indonesia. Dengan gerakan-gerakannya yang indah nan enerjik, tarian ini dapat menghipnotid penontonnya seja dulu sampai saat ini. Beragam elemen yang melekat dalam gerakan tari Bondan mmebuatnya menjadi tarian yang patut diselidiki secara mendalam.

Dalam gerakan-gerakannya yang gemulai, penari tari Bondan bisa mengutarakan berbagai emosi dan cerita yang ada dalam tarian. Terdapat beberapa gerakan yang terlihat khas dari tarian ini, seperti gerakan meluik yang mempresentasikan keanggunan, gerakan melompat dengan sengaja yang menggambarkan keberanian, dan gerakan ulur menarik yang berusaha menggali emosi penonton. Semua gerakan itu dikemas dengan indah dan saling melengkapi satu sama lain.

Gerakan tari Bondan juga memiliki keunikan dalam music pengiringnya. Langkah tari Bondan juga sangat unik dengan iringan musik pengiringnya. Musik latar mengatur tempo yang tepat bagi para penari. Hal ini mempertegas suasana tarian dan menonjolkan setiap gerakan yang diciptakan. Dalam berbagai pertunjukannya, Tari Bondan kerap ditampilkan dengan diiringi musik tradisional yang khas sehingga menciptakan harmoni yang indah.

Tari Bondan bukanlah sebuah tarian tradisional yang sederhana. Tarian ini mempunyai daya tarik tersendiri yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Di luar kata-kata yang dapat menggambarkan keindahan gerakan ini, pengalaman menyaksikannya secara langsung adalah cara terbaik untuk benar-benar mengapresiasi dan memahami keajaiban tari Bondan.

Nilai filosofis properti yang digunakan

  1. Menggendong Boneka Bayi

Properti boneka bayi akan dipegang dan digendong oleh penari. Hal ini melambangkan tugas seorang ibu dalam mendidik dan mengasuh anak sesuai prinsip yang baik.

  1. Payung

Payung yang digunakan dalam tarian ini akan terus terbuka. Payung yang terbuka melambangkan sikap pahlawan seorang ibu yang selalu ada untuk menjaga dan melindungi anaknya dari segala bahaya yang ada.

  1. Kendi

Properti yang digunakan selanjutnya adalah kendi. Kendi dapat menajdi lambang dapur, yaitu segala pekerjaan rumah yang dilakukan oleh perempuan. Terdapat dua gerakan dalam properti kendi, yaitu memutar kea rah mata angina dan menaiki kendi kemudian diputar-putar.

  1. Jamang

Jamang atau siger adalah topi yang dikalungkan di dahi. Jamang sebenarnya telah ditemukan dalam budaya Indonesia dari berbagai daerah sebagai pelengkap pakaian dan tarian pengantin.

Cara memakainya adalah dengan melingkarkannya di kepala seperti ikat kepala untuk menghiasi dahi, bagian atas dahi, hingga ke pelipis. Dalam menari, jamang dikenakan dengan kostum tari.

  1. Kain Sampur

Kain sampur merupakan salah satu jenis selendang yang biasa digunakan untuk menari. Dalam tari, kain sampur sering disampirkan di bahu penari untuk melengkapi busana yang dikenakan

  1. Bakul atau Tenggok

Bakul merupakan wadah tradisional yang terbuat dari anyaman bambu. Di Jawa alat ini dikenal juga dengan nama tenggok. Dalam kehidupan masyarakat pedesaan, bakul sering digunakan oleh para petani untuk menyimpan hasil pertanian atau bercocok tanam.

Dalam Tari Bondan ini tidak hanya memiliki nilai – nilai artistik namun juga nilai moral yang dapat kita pelajari di dalamnya. Sehingga harus tetap di jaga dan lestarikan agar tidak hilang seiring dengan perkembangan jaman. Tarian ini memang sudah jarang di tampilkan, namun masih bisa kita temui di berbagai festival budaya dalam rangka memperkenalkan kesenian tradisional di Jawa Tengah, terutama di Surakarta sebagai daerah asalnya.

Penulis: Bondan Hari Mukti (Mahasiswa PGSD Universitas Negeri Semarang) , Dr. Titi Eka Andaryani, S. Pd., M. Pd. (Dosen PGSD FIPP Universitas Negeri Semarang)

 

Pos terkait