Tari Thengul Asal Bojonegoro

  • Whatsapp

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

TARI THENGUL ASAL BOJONEGORO

 

Bacaan Lainnya

Di tengah lautan seni dan budaya yang dimiliki Indonesia, terdapat permata berharga yang bernama Tari Thengul Bojonegoro. Tarian tradisional ini, yang berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur, menghadirkan keindahan dan kekayaan budaya yang perlu dilestarikan dan dihargai.

Tari Thengul adalah salah satu kesenian tradisional khas Bojonegoro, Jawa Timur yang terinspirasi dari Wayang Thengul. Tarian ini biasanya dipentaskan secara berkelompok oleh 5-10 penari putri dengan gerakan, ekspresi, dan kostum yang menyerupai Wayang Thengul. Tari Thengul Bojonegoro adalah sebuah cerita yang diceritakan melalui gerakan-gerakan yang indah dan musik yang menggugah. Tarian ini menggambarkan kisah-kisah dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bojonegoro, serta nilai-nilai dan kepercayaan yang mereka junjung tinggi.

Tari Thengul merupakan gambaran dari Wayang Thengul yang diperagakan oleh manusia. Penciptaan tarian ini sekaligus sebagai wujud apresiasi dan upaya melestarikan kesenian tradisi yang nyaris punah.

Pada perkembangannya, Tari Thengul kemudian menjadi identitas atau ikon Kabupaten Bojonegoro. Kendatipun tergolong kesenian tradisi, Tari Thengul merupakan fenomena budaya khas Bojonegoro yang patut dilestarikan dan diapresiasi.

Pada tanggal 14 Juli 2019, sekelompok 2.019 penari Thengul dari Bojonegoro berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk pertunjukan tari massal terbesar. Acara tersebut berlangsung di Lapangan Trucuk, yang terletak di tepi Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro. Tari Thengul adalah tarian tradisional dari Bojonegoro yang dipentaskan selama Festival Folklore Internasional Bojonegoro Thengul tahunan. Selain tari Thengul, acara tersebut juga menampilkan pembagian 26.610 porsi Sego Buwohan, hidangan tradisional Bojonegoro yang terbuat dari nasi dan santan. Acara tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro.

Menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah penurunan minat generasi muda dalam seni tradisional. Di era modern yang dipenuhi dengan hiburan digital, tarian tradisional seperti Thengul seringkali diabaikan.

Selain itu, perubahan lingkungan juga memberikan tekanan pada kelangsungan Tari Thengul. Kehilangan habitat alam sekitar Bojonegoro memengaruhi makna tarian ini, yang sangat terkait dengan alam.

Bagaimana kita dapat memelihara Tari Thengul Bojonegoro? Salah satu langkah penting adalah dengan meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap warisan budaya ini. Ini dapat dilakukan melalui berbagai cara:

  1. Pendidikan Budaya: Memasukkan pendidikan tentang Tari Thengul dalam kurikulum sekolah lokal dapat membantu generasi muda memahami dan menghargai seni tradisional mereka sendiri.
  2. Dukungan Finansial: Mendukung komunitas seni lokal yang berusaha memelihara Tari Thengul dengan memberikan dukungan finansial dapat membantu mereka terus berkembang.
  3. Promosi Budaya: Melakukan promosi budaya, seperti pertunjukan tarian dan pameran seni, dapat membantu lebih banyak orang mengenal dan menyukai Tari Thengul.
  4. Kolaborasi: Menggalang kolaborasi antara komunitas lokal, pemerintah daerah, dan pihak swasta dapat membantu memelihara Tari Thengul.

Gerakan-gerakan dalam Tari Thengul mengingatkan kita pada alam sekitar yang subur, seolah-olah para penari sedang berkomunikasi dengan alam. Melalui gerakan yang lembut dan penuh makna, kita dapat merasakan kecintaan mereka kepada lingkungan dan budaya .

Penulis: Ilham Cahyo Saputro (Mahasiswa PGSD Universitas Negeri Semarang) , Dr. Titi Eka Andaryani, S. Pd., M. Pd. (Dosen PGSD FIPP Universitas Negeri Semarang)

 

Oleh: Ilham Cahyo Saputro ,Dr. Eka Titi Andaryani, S.Pd., M.Pd

 

Pos terkait