TikTok: Hiburan Seru atau Ancaman Bagi Kesehatan Psikologis Remaja?

  • Whatsapp

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Di era digital, TikTok telah menjadi salah satu platform hiburan favorit, terutama di kalangan remaja. Berkat algoritma canggihnya, aplikasi ini mampu menyuguhkan konten yang relevan dan menarik hanya dalam hitungan detik. Namun, dibalik keseruan yang ditawarkan, penggunaan TikTok secara berlebihan ternyata dapat membawa dampak negatif, khususnya bagi kesehatan psikologis remaja.

Tiktok: Singkat, kreatif, dan adiktif

Video Tiktok seringkali disajikan dalam durasi yang pendek, yaitu sekitar 1-2 menit saja. Sedikitnya durasi membuat kita tidak cepat bosan karena terkesan tidak bertele-tele. Selain itu, kita juga lebih mudah menangkap informasi yang disajikan secara to the point. Aplikasi Tiktok menawarkan berbagai jenis konten. Mulai dari komedi, edukasi, tutorial, challenge, dance, dan masih banyak lagi. Berbagai fitur menarik seperti musik, filter, challenge tiktok ikut menunjang kreatifitas pengguna. Sehingga tiktok dapat dikatakan sebagai aplikasi yang kreatif dan inovatif.

Hal-hal tersebut membuat orang secara tidak sadar menjadi kecanduan TikTok hingga scrolling berlebihan sampai lupa waktu. Berdasarkan data dari We Are Social dan Meltwater, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan durasi rata-rata penggunaan TikTok terlama di perangkat Android, yaitu mencapai 2.495 menit per bulan atau setara dengan 1 jam 23 menit per hari. Angka tersebut terhitung cukup lama, yang biasanya akan menggeser kegiatan produktif dan aktivitas kita seperti berinteraksi sosial, belajar, olahraga, dan istirahat.

Sifat adiktif ini dapat disebabkan oleh sistem algoritma personalisasi, yaitu sistem yang digunakan oleh platform seperti TikTok untuk menampilkan konten yang sesuai dengan minat, preferensi, dan perilaku pengguna. Demikian konten yang relevan membuat pengguna merasa lebih terhubung dan meningkatkan rasa keterlibatan mereka karena terus-menerus menemukan hal-hal yang mereka sukai.

Bagaimana TikTok Dapat Mengancam Kesehatan Psikologis Remaja?

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Jurnal Penelitian Perawat Profesional pada Agustus 2023 menemukan fakta bahwa terdapat hubungan antara penggunaan media sosial Tiktok terhadap stres dan kecemasan pada remaja.

Studi dengan judul Hubungan Penggunaan Media Sosial Tiktok Terhadap Kesehatan Mental Remaja ini mengungkapkan bahwa penggunaan TikTok berhubungan dengan tingkat stres dan kecemasan pada remaja, terutama jika digunakan secara berlebihan. Remaja yang sering terpapar konten TikTok cenderung membandingkan dirinya dengan orang lain. Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial dapat memicu perasaan insecure, cemburu, kurang percaya diri, dan ketidakpuasan, yang berdampak buruk pada kesehatan mental remaja. Oleh karena itu, remaja perlu lebih bijak dalam menggunakan TikTok untuk menjaga kesejahteraan psikologis mereka.

Selain itu, kebiasaan menggulir TikTok sebelum tidur sering kali membuat remaja kehilangan waktu tidur yang cukup. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan dan memperburuk kondisi kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan.

Menjaga Keseimbangan diantara keduanya

Sekarang, kita dapat mengetahui bahwa penggunaan tiktok berlebihan dapat mengancam kesehatan psikologis remaja. Agar tidak semakin parah, penting bagi remaja untuk menerapkan kebiasaan digital yang sehat.

  1. Batasi waktu layar: Kita dapat menggunakan fitur pengingat waktu di TikTok untuk mengontrol durasi penggunaan
  2. Pilih konten dengan bijak: Kita dapat mengikuti akun yang memberikan nilai positif dan edukatif
  3. Istirahat dari media sosial: Kita dapat meluangkan waktu untuk aktivitas offline seperti olahraga, membaca, atau bertemu teman secara langsung
  4. Tingkatkan kesadaran diri: Perhatikan emosi dan pola pikir kita setelah menggunakan TikTok dan segera ambil langkah jika merasa tertekan

Kesimpulan

TikTok memang menawarkan hiburan yang luar biasa untuk kalangan remaja, tetapi penggunaannya yang tidak terkendali dapat mengganggu kesehatan psikologis. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara konsumsi media sosial Tiktok dan kehidupan nyata. Dengan begitu, Gen Z dapat menikmati TikTok tanpa mengorbankan kesehatan mental mereka.

Referensi

Juliasari, L. (2024, Desember 9). Indonesia negara dengan durasi penggunaan TikTok terlama.RRI.https://www.rri.co.id/lain-lain/1058488/indonesia-negara-dengan-durasi-penggunaan-tiktok-terlama-2024

Izza. (2024, Juni 7). Personalisasi konten: Pengertian, manfaat, contoh, dan tips yang efektif. BigEvo. https://bigevo.com/blog/detail/personalisasi-konten

DM, M., Mardiana, M.,& Maryana, M. (2023). Hubungan Penggunaan Media Sosial Tiktok terhadap Kesehatan Mental Remaja. Jurnal Penelitian Perawat Profesional. 6(1). 183-190.

Pos terkait