Bupati Magelang Dorong Pengelolaan Sampah Tuntas di Desa Bukan di TPA

“Daripada uang habis untuk solar truk yang keliling tapi sampah tetap tidak bersih, lebih baik warga yang kelola. Mereka yang menjaga kebersihan, mereka juga yang menikmati keuntungannya,” imbuhnya.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, Grengseng tidak mewajibkan setiap desa mengelola sampahnya sendiri. Ia menyarankan agar dua atau tiga desa dapat bergabung untuk membentuk sistem pengelolaan bersama yang lebih efisien dan berdampak besar.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Magelang, Sarifudin, menjelaskan bahwa program De-Gemes merupakan bentuk penghargaan bagi desa yang aktif dalam pengelolaan sampah. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan, termasuk di tepi jalan.

DLH, kata Sarifudin, juga siap menjadi off taker RDF dan menjamin mutu RDF yang sesuai kebutuhan industri, salah satunya pabrik semen seperti Indocement.

“Kebutuhan RDF di Pabrik Semen Grobogan saja bisa mencapai 400 ton per hari. Ini adalah peluang besar bagi desa-desa di Magelang untuk ikut berkontribusi,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Magelang, lanjut Sarifudin, berkomitmen untuk memfasilitasi seluruh proses ini, dengan syarat adanya semangat dan komitmen kuat dari setiap pemerintah desa.

Pos terkait