Resmi Digunakan, Gedung Rektorat Kampus Sidotopo Untidar Ditandai Tasyakuran dan Doa Bersama

Universitas Tidar menggelar Tasyakuran dan Doa Bersama atas mulai digunakannya Gedung Rektorat Kampus Sidotopo pada Rabu (14/1). Kegiatan ini berlangsung di Lobby Gedung Rektorat Lantai 1 Kampus Sidotopo.

Acara tersebut menandai dimulainya pemanfaatan Gedung Rektorat Kampus Sidotopo sebagai pusat layanan dan aktivitas pimpinan universitas. Meski demikian, proses perpindahan unit kerja dari Kampus Tuguran ke gedung baru ini masih dilakukan secara bertahap.

Bacaan Lainnya

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Astuty, M.Pd., dalam laporan pembangunan menyampaikan rasa syukur atas selesainya gedung rektorat yang diberi nama Pakuning Ilmu Tanah Jawi. Gedung Rektorat Kampus Sidotopo terdiri atas delapan lantai, dengan enam lantai utama dan dua lantai basement.

“Alhamdulillah, saat ini kita sudah dapat menempati Gedung Rektorat Kampus Sidotopo,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan gedung tersebut direncanakan sesuai Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) yang berlangsung mulai 26 November 2024 hingga 20 November 2025. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp112.703.773 dan dikerjakan oleh PT Abadi Prima Intikarya.

Sementara itu, Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan tasyakuran ini merupakan wujud rasa syukur atas rampungnya pembangunan gedung rektorat sekaligus dimulainya pemanfaatan gedung untuk mendukung aktivitas kelembagaan universitas.

Ia menegaskan bahwa rasa syukur tidak cukup hanya diungkapkan melalui ucapan, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti peningkatan kinerja, tanggung jawab, serta pemanfaatan sarana dan prasarana secara optimal.

“Syukur tidak hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rektor berharap Gedung Rektorat Kampus Sidotopo tidak hanya menjadi bangunan fisik semata, tetapi juga berfungsi sebagai simbol pusat aktivitas, energi, dan informasi Universitas Tidar.

“Saya berharap gedung ini dapat menjadi penanda dan simbol, baik secara material, energi, maupun informasi, sehingga memiliki makna dan menjadi bagian dari perjalanan perkembangan Untidar,” ungkapnya.

Ia juga berharap keberadaan gedung ini mampu mendukung peningkatan efektivitas layanan, penguatan tata kelola kelembagaan, serta kesiapan institusi dalam menyongsong Dies Natalis Universitas Tidar ke-47.

Pos terkait