Magelang — Saat sebagian besar pelajar menikmati masa libur setelah ujian, siswa SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring justru memilih mengisi waktu dengan kegiatan penuh pengalaman. Sebanyak 126 siswa kelas VII mengikuti program English Camp yang digelar selama tiga hari, Jumat–Ahad (12–14 Juni 2026).
Kegiatan ini menjadi cara berbeda dalam belajar bahasa Inggris. Bukan hanya duduk di kelas dan menghafal teori, para siswa diajak untuk langsung mempraktikkan kemampuan komunikasi dengan suasana yang lebih seru, aktif, dan menyenangkan.
Selama English Camp berlangsung, siswa mendapatkan berbagai materi penguatan bahasa Inggris mulai dari pronoun practice, phonetic practice, pronunciation, speaking, grammar, verb, tenses, hingga debate practice. Selain itu, siswa juga mengikuti praktik drama berbahasa Inggris dan berbagai aktivitas kreatif untuk melatih keberanian berbicara di depan umum.
Salah satu momen paling menarik terjadi saat puncak kegiatan di kawasan wisata Borobudur. Di tempat yang menjadi salah satu ikon wisata dunia tersebut, para siswa ditantang untuk mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris secara langsung dengan wisatawan mancanegara.
Dengan penuh percaya diri, para siswa menyapa turis asing, memperkenalkan diri, hingga melakukan percakapan sederhana. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman nyata bahwa bahasa Inggris bukan hanya materi pelajaran, tetapi juga alat komunikasi yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya memperkenalkan kemampuan bahasa, para siswa juga tampil membawa budaya Indonesia. Berbagai pertunjukan seni ditampilkan di hadapan wisatawan, seperti Tari Gedruk, Tari Topeng Ireng, Tari Nawung Sari, Tari Badui, serta Tari Grebeg Kupat yang sebelumnya berhasil meraih juara FLS3N Kabupaten Magelang.
Para siswa juga mengenalkan permainan tradisional gangsing sebagai bagian dari upaya memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat internasional.
Suasana semakin meriah ketika rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan outbound dan permainan kebersamaan. Perjalanan menggunakan kereta kelinci menuju lokasi kegiatan juga menjadi pengalaman tersendiri yang membuat suasana English Camp semakin berkesan.
Melalui kegiatan ini, SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring ingin membangun generasi yang tidak hanya mampu berbahasa Inggris, tetapi juga memiliki rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, serta bangga terhadap budaya bangsa.
English Camp pun menjadi bukti bahwa proses belajar bisa dikemas lebih dekat dengan dunia nyata—menggabungkan bahasa, pengalaman, dan budaya dalam satu kegiatan yang penuh cerita.
#makintahuindonesia






