Magelang – Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan di lingkungan wisata, pemandu wisata tubing di Tampirkulon Kabupaten Magelang menunjukkan antusiasme tinggi dalam meningkatkan standar operasional mereka. Semangat itu terlihat dalam kegiatan pelatihan P3 dan K3 (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja), hasil kolaborasi antara Tim PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Gizi, Dosen Fakultas Pertanian, dan Belmawa serta mitra kami yaitu Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS).
Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini merupakan kegiatan yang diadakan oleh Belmawa sebagai bentuk untuk meningkatkan kinerja perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas organisasi mahasiswa, mengembangkan kompetensi mahasiswa, serta memberdayakan, masyarakat desa atau kelurahan. Tim PPK Ormawa menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) sebagai narasumber untuk mengenalkan pentingnya pertolongan pertama dan kesehatan keselamatan kerja pada pengelola Tubing di desa Tampirkulon. Tim PPK Ormawa diharapkan mampu menjadi jembatan bagi pengelola Tubing desa Tampirkulon untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya penerapan standar keselamatan kerja serta keterampilan dasar penanganan darurat di lingkungan usaha mereka.
Kegiatan ini berhasil dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, pukul 09:00 – 15:30 WIB, bertempat di Balai Kampung Rt 2 Rw 1 Tampirkulon, Candimulyo, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini dihadiri oleh pengelola Tubing, masyarakat desa Tampirkulon, dosen pendamping PPK Ormawa HIMAGI, PMI dan Basarnas sebagai mitra, serta jajaran pengurus dan panitia Tim PPK Ormawa HIMAGI Untidar. Total peserta yang hadir tercatat sebanyak 29 peserta untuk kegiatan P3K dan 18 orang peserta untuk kegiatan K3.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Tim PPK Ormawa, dilanjutkan dengan sambutan Bapak Kepala Desa Tampirkulon, Bapak Poniman, sambutan Pembina HIMAGI Untidar sekaligus Dosen pendamping Tim PPK Ormawa HIMAGI Untidar, Ibu Mira Dian Naufalian, S.Gz., M.Gizi.
Bapak Poniman selaku kepala Desa Tampirkulon juga memberikan apresiasi yang luar bisa bagi tim PPK Ormawa. dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat tersebut bisa membuka cakrawala masyarakat Desa Tampirkulon terkait pengembangan pengelolaan wisata tubing.
“kami selaku pimpinan pemerintah Desa Tampirkulon berterima kasih atas program pelatihan P3K dan K3. Kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi para pengelola wisata tubing” ujar Poniman
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama oleh mitra yaitu Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Candimulyo, Kabupaten Magelang sebanyak 4 personil, yaitu Bapak Benny Ridwan Adyarto, Bapak Wahyudi, Mas Muhammad Firdaus Ariansyah, dan Mas Yoga Eko Wiratama, mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan. Pemaparan dilakukan secara bersamaan dengan demonstrasi, sehingga peserta kegiatan aktif berinteraksi dengan pihak PMI.
Selanjutnya materi kedua disampaikan oleh Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS). Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan teknis pengelola dalam menangani korban yang mengalami insiden jatuh dari atas ban, serta melakukan evakuasi dengan prosedur yang tepat dan aman. Tim BASARNAS memberikan pelatihan prosedur evakuasi korban yang terjatuh dari atas ban, meliputi teknik mengangkat korban naik ke atas ban serta Teknik penarikan menggunakan webbing untuk menarik korban ke tempat aman. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan tanpa insiden di bawah pengawasan instruktur.
Sesi motivasi turut disampaikan oleh Ibu Mira Dian Naufalina selaku dosen pendamping tim PPK Ormawa, yang mengajak para pengelola Tubing untuk terus memperbaiki Standard Operating Procedure (SOP) demi mewujudkan wisata tubing yang aman, nyaman untuk pengunjung.
Dalam sambutannya, ibu Mira Dian Naufalina, S. Gz., M. Gz. selaku dosen pendamping tim PPK Ormawa menyampaikan ucapan terima kasih dan harapan besar kepada seluruh peserta, khususnya para pengelola wisata tubing.
“Terima Kasih bapak-bapak dan teman-teman semuanya yang telah meluangkan waktu utuk hadir dan megikuti kegiatan pelatihan ini. Saya berharap bapak-bapak dan teman-teman, terutama pengelola tubing dapat mengikuti setiap sesi dengan baik, memahami materi yang disampaikan oleh para narasumber, serta mampu menerapkannya dalam pengelolaan wisata tubing”.
Lebih lanjut, dosen yang sering akrab disapa Bu Mira menambahakan “Semoga materi-materi yang disampaikan semoga menjadi bekal para bapak-bapak dan teman-teman untuk memberikan pertologan pertama yang tepat apabila terjadi darurat dan tidak sembarangan melakukan tindakan yang akhirnya dapat memperburuk kondisi korban. Dan semoga dengan acara ini, para pengelola tubing dapat memperbaiki dan menerapkan Standar Operating Procedure (SOP) agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap pengunjung”
Tanggapan peserta dengan adanya kegiatan pelatiha pertolongan pertama pada kecelakaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sangat positif. Sebagian besar peserta mengaku baru pertama kali mengenal prosedur yang sedang dijelaskan. Namun, ada juga yang pernah melakukan pelatihan ini sebelumnya.
Mereka menunjukkan antusiasme yang tinggi saat praktik berlangsung, sehingga suasana pelatihan sangat membangun peserta untuk melayangkan pertanyaan – pertanyaan yang mereka pikirkan. Peserta tidak ragu untuk bertanya dan berpendapat.
Pada sesi diskusi materi P3K, peserta yang Bernama bapak Mujiharto mengajukan pertanyaan mengenai pemberian napas buatan pada korban dan bagaimana jika penangan korban ternggelam dengan cara menggoyang goyangkan tubuh korban dengan cara kaki diatas dan kepala dibawah dengan harapan air yang masuk dalam tubuh keluar. Pemateri menjeaskan bahwa berdasarkan perkembangan aturan pertolongan pertama sekarang, pemberian napas buatan secara langsung sudah tidak diperbolehkan karena mempertimbangkan Risiko penularan penyakit.
Selain itu, Pemateri menjelaskan bahwa korban tenggelam tidak boleh ditangani dengan cara menggantung atau menggoyangkan tubuh dalam posisi kepala di bawah dan kaki di atas. Tindakan tersebut tidak efektif mengeluarkan air dari paru- paru, dapat menunda pemberian pertolongan yang lebih penting, meningkatkan risiko aspirasi, serta berpotensi memperparah cedera. Penanganan yang tepat adalah segera mengeluarkan korban dari air, memeriksa jalan napas dan pernapasan, kemudian memberikan pertolongan sesuai prosedur P3K dan resusitasi yang berlaku apabila diperlukan.
Pada sesi K3, Bapak Yundhi mengajukan pertanyaan mengenai cara penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk kegiatan wisata tubing. Pemateri menjelaskan bahwa SOP disusun melalui kesepakatan bersama seluruh pengelola dengan mempertimbangkan potensi bahaya, kondisi operasional di lapangan, serta standar keselamatan yang berlaku. SOP yang telah disusun kemudian dapat diajukan kepada instansi terkait, seperti Dinas Pariwisata, untuk memperoleh pengesahan atau rekomendasi sebagai pedoman operasional dalam penyelenggaraan wisata tubing.
Pemaparan materi dengan Basarnas juga sangat informatif dan membangun. Peserta dan BASARNAS turut terjun secara langsung diarea wisata air. Pihak Basarnas mendemonstrasikan secara langsung bagaimana penyelamatan korban tenggelam secara komunikatif.
Sebelum acara resmi ditutup, Tim PPK Ormawa HIMAGI Untidar bersama dosen pendamping memberikan kenang – kenangan sebagai bentuk apresiasi kepada para narasumber dan pihak – pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta, mitra, dosen pendamping, dan Tim PPK Ormawa. Melalui kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Keselamatan & Kesehatan Kerja, Tim PPK Ormawa HIMAGI dan Dosen pendamping menegaskan akan terus berkomitmen untuk terus menghadirkan program pengabdian masyarakat yang berdampak, relevan, dan kemandirian ekonomi bagi Desa Tampirkulon.








