BANJARBARU — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan menjadi perhatian serius pemerintah. Di tengah kondisi tersebut, H. Samsudin Andi Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam, mendapat mandat untuk membantu memimpin dan mengoordinasikan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.
Dilansir dari kalimantan kita, Mandat tersebut diterima Haji Isam pada Sabtu (22/8/2026) setelah mendapat komunikasi dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sekitar pukul 11.00 WITA. Haji Isam kemudian langsung bergerak menuju Kalimantan Selatan untuk mengonsolidasikan penanganan di lapangan.
Tak membutuhkan waktu lama, Haji Isam bertolak ke Banjarmasin menggunakan pesawat pribadi sekitar pukul 12.45 WITA. Kedatangannya ditujukan untuk memperkuat koordinasi antara unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya dalam menghadapi karhutla.
Salah satu lokasi yang kemudian ditinjau adalah kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, yang menjadi salah satu titik terdampak kebakaran. Di lokasi tersebut, Haji Isam turun langsung bersama Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin beserta jajaran Forkopimda.
Sisa asap masih terlihat di kawasan tersebut ketika rombongan melakukan peninjauan. Kehadiran Haji Isam di lapangan menjadi bagian dari upaya mempercepat koordinasi dan eksekusi penanganan api di wilayah Kalimantan Selatan.
Penanganan karhutla sendiri tengah menjadi perhatian pemerintah secara nasional. Kementerian Kehutanan mencatat luas kebakaran hingga Juli 2026 mencapai sekitar 202.004 hektare, dengan sekitar 57 persen berada di kawasan hutan dan 43 persen di area penggunaan lain. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius, terlebih di tengah fenomena El Niño yang terjadi lebih cepat.
Kini, perhatian tertuju pada langkah penanganan di lapangan. Dengan melibatkan berbagai unsur, pemerintah berupaya agar kebakaran tidak semakin meluas dan dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan.
Haji Isam turun langsung bukan sekadar melihat kondisi di lapangan, tetapi membawa mandat untuk memperkuat koordinasi penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.






