MAGELANG — Seorang sopir Toyota Kijang diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pengendara sepeda motor di Jalan Raya Klodran, Deyangan, Kabupaten Magelang, Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Saat kejadian, sopir tersebut disebut tengah membawa rombongan ibu-ibu dan keluarga dalam perjalanan pulang setelah mengikuti kegiatan silaturahmi.
Informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan, insiden bermula ketika mobil Kijang yang membawa rombongan tersebut melaju di Jalan Raya Klodran.
Di tengah perjalanan, sebuah sepeda motor yang berada di depan mobil disebut melakukan pengereman secara mendadak. Sopir Kijang kemudian diduga membanting setir untuk menghindari sepeda motor tersebut.
Situasi semakin ramai karena di belakang mobil disebut terdapat rombongan pengendara sepeda motor. Warga memperkirakan terdapat sekitar enam sepeda motor dalam rombongan tersebut.
Sepeda motor yang digunakan disebut merupakan jenis CB.
View this post on Instagram
Sopir Diturunkan dari Mobil
Setelah kejadian tersebut, mobil yang membawa rombongan ibu-ibu itu diduga dihadang oleh sejumlah pengendara motor.
Sopir kemudian disebut ditarik atau digeret keluar dari dalam mobil. Sejumlah orang diduga kemudian melakukan pemukulan terhadap sopir.
Akibat aksi tersebut, sopir bahkan disebut sampai terjatuh ke dalam gorong-gorong yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa itu sontak menarik perhatian warga. Situasi di sekitar lokasi kemudian menjadi ramai setelah warga mengetahui adanya dugaan pengeroyokan terhadap sopir mobil tersebut.
Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi pemicu hingga terjadi aksi kekerasan tersebut. Kronologi lengkap kejadian masih dalam penanganan dan pendalaman pihak kepolisian.
Sopir Laporkan Kejadian ke Polisi
Sopir disebut telah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Magelang. Polisi kini melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.
Hingga kini, informasi mengenai identitas sopir, kondisi korban setelah kejadian, maupun identitas para pengendara motor yang diduga terlibat masih menunggu keterangan resmi dari kepolisian.
Polisi juga masih mendalami penyebab awal terjadinya perselisihan hingga berujung pada dugaan pengeroyokan tersebut.
Peristiwa ini masih dalam proses penyelidikan. Seluruh pihak yang disebut dalam kejadian tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga terdapat keterangan dan proses hukum lebih lanjut dari pihak berwenang.






