Haru! Relawan Pemadam Karhutla Sujud Syukur saat Hujan Deras Akhirnya Mengguyur Banjar, Kalimantan Selatan

Kahutla

BANJAR – Momen haru mewarnai perjuangan relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Sejumlah relawan terlihat melakukan sujud syukur saat hujan deras akhirnya mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (25/10/2026) sore.

Momen tersebut terekam dalam unggahan akun media sosial @banuafyp. Dalam video yang beredar, para relawan tampak bersujud bersama di tengah guyuran hujan, sementara sebagian masih memegang selang pemadam kebakaran.

Pemandangan itu menjadi potret kelegaan setelah berbulan-bulan mereka berjibaku memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di tengah musim kemarau panjang.

Hujan deras yang disertai angin kencang tersebut turun setelah wilayah itu dilanda kemarau selama hampir lima bulan.

Seorang warga bernama Ronny Latar menyebut hujan berlangsung sekitar 16 menit dengan intensitas yang sangat deras.

Bagi warga setempat, turunnya hujan bukan sekadar perubahan cuaca. Selama kemarau panjang, masyarakat Kabupaten Banjar harus menghadapi berbagai dampak karhutla, mulai dari kabut asap hingga kekeringan.

Sejumlah sumur dilaporkan mengering, sehingga warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hujan Diharapkan Bantu Pemadaman Karhutla

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan menyebut hujan yang mengguyur sejumlah wilayah pada Minggu (25/10/2026) berkaitan dengan operasi modifikasi cuaca yang telah dilakukan sejak 10 Oktober 2026.

Turunnya hujan diharapkan dapat membantu upaya pemadaman karhutla yang selama ini terkendala kondisi lahan kering dan minimnya curah hujan.

Selain membantu memadamkan titik api, hujan juga diharapkan membasahi kembali lahan gambut yang rentan terbakar, mengurangi kabut asap, serta mengisi kembali sumber-sumber air yang dibutuhkan masyarakat.

Meski demikian, upaya penanganan karhutla tetap perlu dilanjutkan untuk memastikan titik api benar-benar padam dan mencegah kebakaran kembali muncul, terutama di kawasan lahan gambut.

Momen para relawan yang bersujud di tengah hujan pun menjadi gambaran betapa berharganya air setelah berbulan-bulan menghadapi panas, asap, dan perjuangan memadamkan api.

Bagi mereka, hujan sore itu bukan hanya membasahi tanah yang mengering, tetapi juga membawa harapan bagi lingkungan dan masyarakat yang terdampak karhutla.

Pos terkait