3.707 Personel Dikerahkan! Pengamanan Borobudur Diperketat, MAJT Sawitan Ikut Dijaga

MAGELANG – Kesiapan pengamanan konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, mulai diperkuat. Sebanyak 3.707 personel gabungan disiagakan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, baik selama kegiatan berlangsung maupun di lingkungan sekitarnya.

Kesiapan tersebut tidak hanya terpusat di kawasan Candi Borobudur. Sejumlah personel tim gabungan juga terlihat bersiaga di sejumlah titik strategis, termasuk di sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Sawitan, Kabupaten Magelang, Sabtu (31/10/2026).

Bacaan Lainnya

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengamanan terpadu untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah Magelang, mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat, wisatawan, dan pengunjung.

Polda Jawa Tengah mengerahkan 3.707 personel gabungan yang terdiri dari anggota Polda Jateng, Polresta Magelang, personel BKO dari sejumlah polres jajaran, TNI, serta instansi terkait.

Kesiapan pengamanan ditandai dengan apel gelar pasukan pada Sabtu (31/10/2026) pukul 08.00 WIB. Apel dipimpin Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Muhammad Aldian selaku Kepala Pelaksana Pengamanan (Kalakpam).

Dalam amanat Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan yang dibacakan pimpinan apel, seluruh personel diminta menjalankan tugas secara maksimal, profesional, dan sesuai rencana pengamanan.

Personel juga diminta memahami tanggung jawab masing-masing, mulai dari pengamanan akses masuk, area parkir, perimeter kawasan Borobudur, hingga lokasi utama konser.

Selain itu, deteksi dini dan antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan menjadi perhatian utama, termasuk perkembangan situasi di ruang siber.

Polda Jateng juga menyiapkan sembilan satuan tugas dan 12 titik penyekatan. Pengaturan lalu lintas serta rekayasa jalan menuju kawasan Borobudur turut disiapkan untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Menariknya, pendekatan pengamanan yang ditekankan bukan semata-mata mengandalkan kekuatan personel. Kapolda meminta seluruh anggota mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional.

Termasuk apabila terdapat masyarakat yang menyampaikan aspirasi maupun aksi penolakan terhadap kegiatan tersebut, aparat diminta tetap tenang, terukur, dan menghormati hak-hak masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menegaskan bahwa pengamanan konser tidak hanya berorientasi pada kelancaran acara, tetapi juga memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan perlindungan dan pelayanan secara adil.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana Magelang tetap aman, sejuk, dan kondusif.

Dengan kesiapan ribuan personel gabungan serta pengamanan di sejumlah titik strategis, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan di kawasan Borobudur dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Keamanan Magelang menjadi tanggung jawab bersama. Perbedaan pandangan tetap harus dihormati, sementara ketertiban dan keselamatan masyarakat menjadi kepentingan utama.

Pos terkait