MAHASISWA PPMT REBRANDING ANGKAT MUTU UMKM

  • Whatsapp

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Magelangnews.com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang menjalankan PPMT (Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu) di desa Balak Losari Pakis Kab.Magelang.

PPMT ini mengusung tema Ekonomi Kreatif Berbasis Wirausaha dan Kearifan Lokal pada UMKM Criping Singkong yang telah berdiri dari tahun 2013.

Judul yang diangkat Pengembangan Produk dan Pemasaran Berbasis IT Pada UMKM Criping Si Renyah (Criping Singkong Renyah).

Kegiatan selama kurang lebih 2 bulan tersebut dilakukan oleh Hijrah Eko Putro, M.Pd (Dosen Pembimbing Lapangan) dan Muhammad Iqbal Rifani, Ratih Suciati, Dwi Puji Lestari, Nur Elia Putra Yohana, Fitri Anisa (Mahasiswa).

“Dengan diadakannya program kerja tersebut, kami berharap agar UMKM ibu Siti Maesaroh dapat bersaing di era digital dan mampu membuat usaha secara adaptif dengan menyesuaikan kebutuhan konsumen dengan penjualan yang meningkat” tutur Hijrah. Program yang dilaksanakan perlu kerjasama antar kedua belah pihak agar bisa terlaksana secara efektif. Dengan memberikan bantuan pengetahuan maupun materiil diharapkan bisa membuat UMKM berkembang menjadi lebih baik.

Pengabdian pada UMKM tersebut bertujuan untuk mengenalkan model bisnis baru dalam bidang pemasaran dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Kelompok PPMT melakukan beberapa perubahan strategis sebagai upaya rebranding UMKM, seperti penambahan logo, pembuatan katalog produk, pembuatan PIRT dan alat bantu pemasaran (brosur,stiker dan studio mini box).

Cara tersebut merupakan langkah awal agar UMKM mampu masuk di marketplace digital dan bersaing dengan pasar yang lebih luas.

“Di sini peran mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang sebagai generasi muda yang paham akan teknologi dan infomasi memperkenalkan dan melatih UMKM ibu Siti Maesaroh bagaimana menggunakan media sosial sebagai media promosi, terutama shopee, Instagram dan WA bisnis agar mencapai pangsa pasar yang lebih luas” kata Ratih, salah satu mahasiswa.

Pos terkait