Penulis : Silvi Amalia Putri
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Magelang
DAMPAK NEGATIF PANDEMI COVID-19 TERHADAP PELAJAR SMP
Seperti yang kita ketahui bahwa siswa SMP masih dalam proses pubertas yang harus diawasi oleh orang tua. Pada masa ini seorang pelajar sedang mencari jati dirinya. Tidak heran jika pelajar SMP banyak yang memberontak terhadap aturan yang telah ditetapkan sekolah karena mereka mulai memiliki pola pikir dan keinginan masing masing. Kebanyakan para siswa hanya mengikuti perilaku teman-temannya yang dianggap keren agar dinilai seperti jagoan.
Puncak kasus kenakalan remaja terjadi pada saat pandemi Covid-19 yang telah menyebabkan proses pembelajaran mulai dari SD sampai Mahasiswa perguruan tinggi dialihkan dengan metode pembelajaran daring atau proses belajar dari rumah karena tingginya angka covid-19 diindonesia. Dari sini lah kasus kenakalan remaja mulai meningkat yang didominasi dari pelajar SMP. Mereka tidak takut akan virus ini setiap hari ada saja berita baik dimedia masa maupun dimedia cetak. Mulai dari balap liar, vandalisme, minum-minuman keras, dan yang kerap terjadi adalah tawuran dan bulliying. Bahkan ada yang melakukan pernikahan dini karena hamil diluar nikah ini menjadi salah satu faktor kurangnya pengawasan dari orang tua dan pergaulan bebas.
Banyak pelajar SMP yang tidak menggunakan waktu dirumah dengan baik saat pandemi seakan-akan mereka tidak takut akan virus ini dan malah menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan sampai membahayakan nyawa orang lain.
Untuk itu sebagai pelajar yang bijak dan tertib sudah seharusnya menjaga sikap untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar aturan bahkan sampai menghilangkan nyawa orang lain. Mengingat masa remaja adalah masa dimana kita sedang fokus belajar dan menekuni hobi untuk bekal dimasa depan.







