Silvi Amalia Putri
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Magelang
TIPS MENJAGA KESEHATAN MATA SAAT PANDEMI COVID-19
Mata merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Mata termasuk bagian kecil dari sistem vestibular yaitu sistem keseimbangan tubuh. Mata terdiri dari kornea, Iris, Pupil, Sklera, Konjungtiva, Lensa, Rongga vitreous dan Retina. Mata adalah organ yang sangat sensitif, namun dilindungi oleh kelopak dan bulu mata. Fungsi penglihatan mata dapat berkurang akibat gaya hidup yang kurang baik. Ditambah lagi pandemi yang melanda Indonesia mengakibatkan segala aktivitas menggunakan ponsel atau laptop yang dapat menimbulkan kesehatan mata menjadi menurun.
Pandemi Covid 19 menimbulkan dampak di berbagai bidang khususnya kesehatan. Saat pandemi kasus penyakit mata mulai meningkat, karena segala aktivitas mulai dari pekerja kantoran bahkan pemerintah meliburkan berbagai tingkat jenjang pendidikan mulai dari siswa TK sampai mahasiswa melakukan pembelajaran secara daring dari rumah menggunakan ponsel maupun laptop. Biasanya yang menderita dari kalangan pelajar adalah myopia atau mata minus. Pada penderita myopia penglihatan akan buram saat melihat obyek dari jarak jauh.
Bukan hanya diindonesia saja yang mengalami kelonjakan kasus mata saat pandemi, namun seluruh dunia. Penelitian dari College of Optometrists di Inggris juga melaporkan bahwa penelitiannya menemukan hampir sepertiga orang Inggris 31 persen mengatakan penglihatan mereka memburuk selama pandemi. Angka tersbeut melonjak dari 22 persen yang melaporkan hal yang sama pada Juni 2020.
Berikut ciri – ciri mata minus:
- Sering mengedipkan mata dan terasa kering.
- Mata mudah lelah terutama saat melihat layar handphone maupun laptop
- Saat melihat objek jauh penglihatan terasa blur dan tidak jelas terutama saat mengendarai motor dimalam hari.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi mata minus adalah :
- Terlalu lama menatap layar laptop atau handphone
Saat pandemi covid-19 ini kita diwajibkan WFH (Work From Home) untuk pegawai ASN maupun BUMN dalam melakukan aktivitas kerja. Kegiatan meeting ditiadakan selama covid-19 dan dialihkan secara daring melalui aplikasi zoom. Saat inilah mata mulai mengalami kelelahan akibat menatap layar laptop terlebih lagi meeting memakan waktu yang cukup lama. Bukan hanya pegawai saja yang melakukan daring siswa SD bahkan sampai mahasiswa juga ikut terdampak pada kesehatan mata dengan adanya daring ini.
- Faktor Genetik
Biasanya salah satu keluarganya memiliki riwayat mata minus. Seperti contoh ketika kedua orang tua memiliki mata minus maka anaknya memiliki resiko lebih tinggi untuk memiliki mata minus juga.
- Menatap layar handphone sambil tiduran
Kebiasaan ini juga memicu mata minus karena mata dipaksa untuk melihat objek walaupun mata sudah merasakan lelah dan berair.
- Menatap layar handphone didalam ruangan gelap
Mata akan terpapar sinar biru yang sangat kuat dari gadget dan pupil di mata akan melebar dan otot mata akan bekerja ekstra untuk fokus di tempat gelap yang lambat laun akan membuat mata minus bertambah.
Untuk mengatasi keluhan tersebut ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata :
- Istirahatkan mata
Saat terlalu lama menatap layar laptop atau handphone dan mata sudah terasa berair atau sakit segeralah untuk beristirahat. Hal ini dikarenakan mata berkedip lebih sedikit dari biasanya. Istirahat bisa dilakukan dengan melihat pemandangan luar rumah usahakan melihat hijau-hijauan seperti sawah ataupun pohon yang memiliki banyak daun.
- Menggunakan kacamata anti radiasi
Kacamata anti radiasi dapat mencegah cahaya laptop masuk ke mata yang menyebabkan kerusakan. Kacamata yang baik dapat mencegah hal ini. Ketika membeli kacamata, pastikan yang dapat memantulkan paling tidak 98% radiasi UV.
- Cek mata 1 tahun sekali
Saat kita sudah melakukan prosedur seperti diatas namun mata kita tidak kunjung sembuh atau minus bertambah segerlah periksa kedokter mata untuk melakukan pengobatan lebih lanjut.
Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan ketika mata terasa lelah akibat terlalu lama menatap layar. Saat ini myiopia dan astigmatisma atau silindris menjadi keluhan terbanyak para pelajar diindonesia akibat dampak covid 19. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan operasi lasik. Dalam operasi ini seorang pasien minimal berusia 18 tahun dan minus -1.00 hingga -12.00 dan untuk astigmatisme (silinder) kurang dari 6.00 D.
Oleh sebab itu, mari kita jaga kesehatan mata kita agar terhindar dari kerusakan mata yang dapat mengganggu aktivitas dengan cara rutin meminum vitamin dan istirahat apabila mata sudah lelah. Namun disisi lain, pengawasan orang tua juga penting dalam keberlangsungan pembelajaran daring karena saat anak dirumah sudah menjadi kewajiban orang tua untuk menjaga anaknya dalam proses belajar sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan terutama Kesehatan.






