HMJ Gizi UIN Walisongo Discussion Series#2 “Tren Konsumsi Ayam Geprek yang Menciptakan Diet Tidak Sehat “

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

HMJ Gizi UIN Walisongo Discussion Series#2 “Tren Konsumsi Ayam Geprek yang Menciptakan Diet Tidak Sehat”

Ayam geprek adalah ayam berlapis tepung tipis (bukan fried chicken) dan digoreng. Setelah digoreng ayam ini akan digeprek dan dicampur dengan sambal ulek. Geprek sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti dipukul atau ditekan. Hasilnya, ayam goreng tepung yang sudah ditumbuk akan hancur sehingga lebih mudah dimakan.

Sebagian sumber menyebut bahwa hidangan ayam geprek bermula di Kota Yogyakarta, hasil kreasi Ruminah atau dikenal sebagai Bu Rum Hidangan ayam geprek menjadi populer di Indonesia sekitar tahun 2017. Banyak restoran lain di seluruh Indonesia yang turut menyajikan hidangan bahkan seiring dengan perkembangan zaman, ayam geprek telah mengalami inovasi seperti ditambahkan keju mozzarella, ayam geprek sambel ijo,ayam geprek bakar, ayam geprek bumbu bbq dan masih banyak lagi.

Pada satu porsi nasi ayam geprek (100-150 gr)

  • Nasi mengandung kalori sebanyak 194 kalori, 89% karbohidrat, 2 % lemak, dan 9% protein.
  • Ayam bagian dada (100gr) mengandung 298 kalori, 34,2 gr protein, 7,27 gr lemak
  • Ayam bagian paha (100gr) mengandung 360 kalori, 18 gr protein
  • Ayam bagian paha bawah (100 gr) mengandung 245 kalori, 24, 85 gr protein, dan 15,36 gr lemak

Selain makronutrient, pada daging ayam geprek juga mengandung vitamin damineral seperti vit B, vit D, Fe, Seng, dan Na.

Energi juga dihasilkan dari sayuran yang menjadi lalapan pada ayam geprek

  • Timun (100gr) mengandung 15 kalori, 3,63gr karbohidrat, dan 0,63gr protein
  • Selada (100gr) mengandung 8 kalori, 1,5gr karbohidrat, dan 0,6 gr protein

Dan pada sambel yang menjadi ikon ayam geprek mengandung 25 kalori. Sehingga, didapatkan total kalori sebanyak 430-630 kkal/porsi, hal ini setara dengan 1/5 asupan harian kebutuhan kalori di tubuh kita.

Jika kita terlalu sering dan banyak mengonsumsi ayam geprek, temtunya tidak baik ya. Karena ayam geprek yang digoreng akan menyebabkan gangguan metabolic seperti kolesterol, obesitas, dan penyakit jantung koroner. Oleh karenanya dianjurkan makan yang cukup sesuai porsi kita. Karena sesungguhnya segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

Pos terkait