Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Terhadap Status Anemia

  • Whatsapp

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Merebaknya kasus hamil diluar nikah sudah menjadi perbincangan publik, kasus tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan kehamilan. Akan tetapi masalah yang perlu diperhatikan adalah penyakit pada ibu hamil yaitu anemia. Penyakit anemia ini sudah menjadi masalah serius dikarenakan kasus keguguran hingga kematian pada ibu hamil semakin meningkat akibat anemia. Salah satu pengaruh utamanya yaitu pengetahuan dan pendidikan ibu hamil tentang gizi dan nutrisi yang baik.

Seberapa berpengaruh hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil terhadap penyakit anemia?

Dari banyaknya kasus sebagian besar terjadi karna minimnya pengetahuan ibu hamil tentang anemia, ini menjadi jawaban seberapa berpengaruhnya hal tersebut. Anemia adalah penyakit yang menyerang tubuh dan dalam kondisi anemia tubuh tersebut mengalami kekurangan sel darah merah, ditandai dengan berkurangnya hemoglobin dalam tubuh. Hemoglobin adalah suatu bagian yaitu protein yang didalamnya mengandung zat besi di sel darah merah, fungsinya sebagai pengangkut oksigen atau udara bersih dari paru-paru ke seluruh tubuh. Tubuh yang mengalami anemia akan mengalami gejala awal seperti lemah, sering mengantuk, dan jantung berdebar lebih kencang.

Tingkat pendidikan dan pengetahuan yang rendah pada ibu hamil dapat memengaruhi keputusan mereka terkait asupan gizi, pola makan, dan perawatan kesehatan selama kehamilan. Beberapa survei penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil dengan penyakit anemia.

Tingginya tingkat pendidikan mempunyai hubungan dengan tingkat kesehatan yang diperoleh. Seseorang dengan tingkat pendidikan tinggi semakin mudah menerima pengetahuan hidup sehat secara universal atau menyeluruh. Tingkat Pendidikan juga dapat mempengaruhi kemampuan dalam menerima informasi gizi untuk dirinya sendiri. Menurut Walyani yang menyatakan bahwa tingkat pendidikan ibu sangat mempengaruhi seseorang untuk bertindak dan mencari penyebab serta solusi dalam hidupnya. Orang yang berpendidikan tinggi biasanya akan bertindak secara menyeluruh mulai dari definisi penyakit hingga cara mencegahnya. Seseorang yang dengan mudah menerima masukan dari luar menandakan dirinya mempunyai tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Demikian fakta mengatakan bahwasanya ibu dengan tingkat pendidikan tinggi akan mempunyai inisiatif memeriksakan kehamilannya berkala secara teratur tujuannya menjaga keadaan kesehatan diri dan anak dalam kandungannya.

Pos terkait