Psikoedukasi Tentang Resiko Pernikahan Dini Untuk Menurunkan Itensitas Pernikahan di Usia Muda

  • Whatsapp

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

MAGELANG- Pada tanggal 25 Juli-25 Agustus 2022, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) sedang melaksanakan kegitatan Kuliah Kerja Nyata dalam Program Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) yang berlokasi di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Salah satu kelompok KKN PPM UMBY yaitu kelompok 36 memiliki beberapa program kegiatan untuk bekerja sama dengan warga Dusun Banyusidi yang terletak di Kecamatan Pakis.

Salah satu program yang dilaksanakan kelompok 36 yaitu psikoedukasi tentang resiko pernikahan dini untuk menurunkan itensitas pernikahan di usia muda. Kelompok 36 bekerja sama dengan SMP PGRI Pakis. Psikoedukasi ini diadakan dengan mendatangi langsung ke sekolah yang dituju. Jumat (19/8) Psikoedukasi diadakan untuk seluruh siswa dan siswi kelas 9 SMP. Pemberian psikoedukasi ini diberikan oleh Deska Romadani, Dian Febriani dan Evra Vynchi D. Psikoedukasi ini dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran siswa sedang berlangsung yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 10.00. Kegiatan ini diberikan untuk siswa dan siswi smp kelas 9.

Permasalahan utama pada kecamatan Pakis yaitu maraknya pernikahan di usia muda. Pentingnya memberikan edukasi tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi sejak dini. Edukasi dapat diberikan secara bertahap kepada anak ditahap tumbuh kembang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa dan siswi tentang dampak dan resiko pernikahan diusia muda. Edukasi tentang pernikahan dini perlu dilakukan untuk membantu pencegahan anak muda untuk melakukan hal yang berbau seksualitas tanpa adanya dasar ilmu pengatahuan seksualitas.

Pernikahan dini memiliki definisi dari ikatan sah yang dilakukan oleh pasangan wanita dan pria di usia dibawah umur. Melakukan pernikahan diusia muda banyak memberikan dampak yang negatif bagi pasangan seperti permasalahan rumah tangga karena kondisi emosional belum stabil dan kondisi kesehatan yang buruk bagi ibu dan anak akibat dari belum matangnya organ reproduksi wanita.

Hasil survey kelompok 36 KKN UMBY memberikan hasil bahwa mayoritas anak muda dusun Banyusidi perlu pendampingan pemberian edukasi secara bertahap untuk mengurangi itensitas dan resiko dari pernikahan dini. Oleh karena itu, Kelompok 36 KKN UMBY melaksanakan program yang berjudul “Psikoedukasi Tentang Resiko Pernikahan Dini Untuk Menurunkan Intensitas Pernikahan Di Usia Muda”. Melalui psikoedukasi yang disalurkan kepada siswa dan siswi, kami memiliki harapan edukasi ini dapat memberikan ilmu pengetahuan baru dan mengetahui dampak dari anak melakukan pernikahan di usia muda. Karena di usia muda, Remaja masih memerlukan pendidikan untuk mempersiapkan masa depan yang sukses.

Pos terkait