Mahasiswa KKN Uin Walisongo Semarang kelompok 08 ikut memeriahkan latihan rutin ‘Brondut Karya Muda’ yang dilaksanakan di dusun Muneng-Magelang. Atas inisiatif salah satu anggota karang taruna Muneng agar Mahasiswa KKN dapat lebih akrab dan dapat mempererat persaudaraan antar masyarakat desa Muneng. Tak hanya itu, selain dapat mempererat hubungan, hal yang lebih penting lagi yaitu mahasiswa KKN akhirnya mengenal dan mengetahui seni, budaya dan kearifan lokal masyarakat desa Muneng-Magelang yang harus dilestarikan dan eksplore lebih lanjut. Agar menambah wawasan kepada pembaca juga, maka penulis akan sedikit menjelaskan mengenai kesenian Brondut.
Istilah kesenian tersebut dikenal dengan istilah ‘Brondut’. Yang dulunya sebelum mengalami modernisasi dikenal dengan ‘kubro siswa’. Kubro yang memiliki arti besar dan siswa memiliki arti murid. Kubro siswa berarti murid-murid Tuhan yang diimplementasikan pada gerakan untuk menjunjung kebesaran Tuhan. Ada pula yang mengungkapkan bahwa Kubro siswa merupakan singkatan dari Kesenian Ubahing Badan Lan Raga (kesenian mengenai gerak badan dan jiwa) yang artinya supaya hakikatnya manusia dapat menyelaraskan kehidupan dunia & akhirat.
Kesenian kubro siswa ini bernafaskan Agama Islam, terlihat dari lagu-lagu yang dinyanyikan berisi tentang pujian-pujian kepada Allah, pujian kepada Nabi, serta tuntunan dalam kehidupan, juga perjuangan-perjuangan, dsb. Seiring berkembangnya zaman, kesenian tersebut mulai memasukkan alat musik modern, dengan yang paling utama tetap alat musik tradisional. tak hanya itu, lagu lagu yang dilantunkan pun ikut bergeser menjadi genre musik dangdut sampai akhirnya berubahlah istilah menjadi “BRONDUT (KUBRO DANGDUT)” seperti Ide kreatif pada Brondut “Karya Muda” yang dimiliki oleh warga dusun Muneng ini yang melibatkan kurang lebih 30 orang untuk menari atau bergoyang. Tak lupa kostumnya yang terlihat unik dibarengi dengan goyangan yang kompak dapat menarik penonton, terutama penggemar “Brondut Karya Muda”.
Mahasiswa KKN sangat bersyukur telah sambut dan diberi ruang untuk ikut meramaikan malam rutin latihan Brondut di Dusun Muneng. “besok-besok kalau waktunya latihan lagi, dan mbak-mbak lan Mas-mas KKN nggih mboten wonten kegiatan. Saget tumut mriki latihan malih”. Pesan salah satu pemuda penggerak Brondut Karya Muda. Disamping suasan Malam Magelang yang dingin khususnya desa Muneng, menggerakkan badan adalah cara jitu untuk menghangatkan badan. Salah satunya mengikuti latihan Brondut.







