Pabrik Rokok HS Magelang: Buka Lowongan Kerja Ribuan di 2026

  • Whatsapp

Magelang – Di balik jalan kampung yang terbilang sepi di Dusun Seloboro, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, berdiri sebuah pabrik rokok berskala besar yang kini menjadi tumpuan hidup ribuan warga. Pabrik tersebut adalah PT Gisara Tantra Berkarya dengan produk unggulannya rokok HS, yang belakangan terus berkembang dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Tak hanya dikenal karena skala produksinya, pabrik rokok HS juga menjadi perhatian karena kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif, termasuk membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Bacaan Lainnya

Serap 3.000 Pekerja, Mayoritas Warga Lokal

Dalam wawancara bersama awak media Magelang News, Bapak Ponco, selaku Human Resources Development (HRD) PT Gisara Tantra Berkarya, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pabrik rokok HS telah mempekerjakan sekitar 3.000 tenaga kerja.

“Sekitar 90 persen karyawan kami adalah warga lokal Magelang,” jelas Ponco.

Menariknya, perusahaan ini tidak memberlakukan syarat pendidikan tertentu maupun batasan usia. Bagi manajemen HS, yang terpenting adalah kemauan bekerja, kedisiplinan, dan kesiapan untuk belajar.

“Kami tidak melihat kualifikasi pendidikan atau usia. Selama mau bekerja dan mau belajar, kami terima,” tegasnya.

Disabilitas Diberi Kesempatan yang Sama

Di tengah stigma dunia kerja yang seringkali menyulitkan penyandang disabilitas, pabrik rokok HS justru mengambil langkah berbeda. Saat awak media melakukan kunjungan langsung ke lokasi produksi, diketahui terdapat dua karyawan penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara yang aktif bekerja di bagian produksi.

Kepala Produksi, Yuni, menjelaskan bahwa perusahaan menempatkan karyawan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan kerja.

“Yang terpenting, fungsi tangan dan penglihatan masih optimal. Untuk kondisi lainnya bisa kami sesuaikan dengan bagian kerja yang ada,” jelas Yuni.

Ia menegaskan bahwa kehadiran karyawan disabilitas bukan sekadar formalitas atau belas kasihan, melainkan berdasarkan kemampuan kerja nyata.

Target Terlampaui, Bukti Disabilitas Mampu Bersaing

Salah satu karyawan penyandang disabilitas, Ahmad, justru menunjukkan performa yang membanggakan. Dari target awal produksi 500, Ahmad kini telah mampu meningkatkan hasil kerjanya hingga mendekati 600.

“Fokusnya bagus, telaten, dan konsisten,” ujar Yuni.

Capaian tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa penyandang disabilitas tidak mampu bekerja optimal di sektor industri.

Fasilitas dan Kesejahteraan Karyawan

Selain membuka lapangan kerja luas, PT Gisara Tantra Berkarya juga memberikan berbagai fasilitas penunjang kesejahteraan karyawan. Mulai dari jatah makan gratis, program Jumat Berkah, fasilitas WiFi, hingga kebebasan bagi pekerja untuk melakukan siaran langsung (live) di TikTok saat bekerja, selama tidak mengganggu proses produksi.

Tak hanya itu, perusahaan juga memiliki program undian umroh tahunan bagi karyawan yang telah memenuhi target kerja tertentu, sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.

CEO PT Gisara Tantra Berkarya, H. Muhammad Suryo, menegaskan bahwa sejak awal pendirian pabrik, prinsip utama yang dipegang adalah memberikan manfaat bagi orang lain, terutama masyarakat sekitar.

“Kalau Muslim pasti tahu kalimat sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Sama seperti keberadaan pabrik ini, kami membuka seluas-luasnya lapangan kerja tanpa membatasi kriteria. Karena saya juga pernah merasakan susah seperti mereka,” ungkapnya kepada Magelang News.

Ia juga menjelaskan alasan memilih Magelang sebagai lokasi pabrik.

“Kenapa saya membuka pabrik ini di Magelang, karena pertama kali saya mencari uang itu di Muntilan, Magelang. Saya keliling di sini, dan sekarang saya bisa membantu mereka lewat pabrik ini,” tambahnya.

Pos terkait