MAGELANG – Proyek perbaikan Jembatan Batang atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Jembatan Krakitan di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, mulai menimbulkan kepadatan arus lalu lintas di jalur nasional Magelang–Yogyakarta. Untuk menjaga kelancaran kendaraan yang melintas, Satlantas Polresta Magelang telah menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas, termasuk sistem contraflow serta penyiapan sejumlah jalur alternatif.
KBO Satlantas Polresta Magelang, Iptu Rosyid Sugiarto, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas telah diberlakukan sejak awal proyek pembangunan jembatan dimulai guna mengantisipasi antrean kendaraan dari dua arah.
“Satlantas Polresta Magelang telah melaksanakan rekayasa arus lalu lintas. Salah satunya dengan menerapkan contraflow di lokasi pembangunan. Jembatan B yang sebelumnya digunakan untuk arus kendaraan dari Yogyakarta menuju Magelang kini difungsikan sebagai jalur dua arah, baik dari Magelang ke Yogyakarta maupun sebaliknya,” ujar Rosyid.
U-Turn Dekat Bakso Pak Tejo Ditutup
Selain menerapkan contraflow, kepolisian juga melakukan penyesuaian titik putar balik kendaraan di sekitar lokasi proyek.
U-turn yang berada di dekat Bakso Pak Tejo resmi ditutup dan digantikan dengan bukaan median jalan yang lebih dekat ke area pembangunan. Langkah ini dilakukan agar pengguna jalan yang memanfaatkan jalur contraflow tidak perlu memutar terlalu jauh.
Menurut Rosyid, sosialisasi terkait perubahan arus lalu lintas juga telah dilakukan secara intensif melalui media sosial maupun penyebaran flyer kepada masyarakat.
“Kami sudah menyampaikan informasi kondisi lalu lintas melalui berbagai media agar masyarakat dapat mengetahui situasi terkini dan memilih jalur yang sesuai,” jelasnya.
Jalur Alternatif yang Bisa Digunakan Pengendara
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Satlantas Polresta Magelang telah menyiapkan beberapa jalur alternatif bagi pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat.
Dari Yogyakarta Menuju Magelang
Pengendara dapat memanfaatkan jalur melalui Gang Indomaret yang terhubung ke wilayah Mantingan, kemudian menuju Simpang Tiga Semen.
Alternatif lainnya adalah melalui Jagang Kidul, tepatnya di bawah Tugu Ireng. Dari lokasi tersebut pengendara dapat berbelok ke kiri dan keluar di kawasan Ringin Pasar Ngluwar.
Dari Magelang Menuju Yogyakarta
Bagi kendaraan roda empat, jalur alternatif dapat ditempuh melalui Kradenan, Kecamatan Srumbung, kemudian menuju Jeruk Agung dan keluar di sekitar SPBU Balidono.
Sementara itu, pengendara sepeda motor dapat memanfaatkan jalur melalui Simpang Sucen, kemudian menuju Jeruk Agung sebelum kembali ke jalur utama di kawasan Balidono.
Meski demikian, Rosyid menegaskan bahwa jalur alternatif tersebut lebih diperuntukkan bagi kendaraan kecil.
“Kami mengharapkan jalur alternatif ini dimanfaatkan oleh kendaraan roda dua dan roda empat kecil. Untuk kendaraan besar seperti bus dan truk tetap melalui jalur utama karena rekayasa lalu lintas yang diterapkan masih memungkinkan untuk dilalui kendaraan besar,” tegasnya.
Pagi dan Sore Menjadi Jam Rawan Kepadatan
Dari hasil evaluasi selama dua hari pertama pelaksanaan rekayasa lalu lintas, kepadatan kendaraan mulai terlihat pada jam-jam tertentu.
Pada pagi hari, antrean kendaraan umumnya terjadi dalam dua gelombang, yakni sekitar pukul 06.30–07.00 WIB dan kembali meningkat pada pukul 07.30–08.00 WIB.
Sementara pada sore hari, kepadatan lebih dominan terjadi dari arah Yogyakarta menuju Magelang, terutama pada rentang waktu 15.00–18.00 WIB.
Wisatawan Borobudur Disarankan Memilih Jalur Kalibawang
Menjelang musim libur sekolah, Satlantas Polresta Magelang juga mengantisipasi meningkatnya arus kendaraan wisata menuju kawasan Borobudur.
Untuk menghindari potensi kemacetan di sekitar proyek Jembatan Krakitan, wisatawan dari Yogyakarta menuju Borobudur maupun Magelang disarankan menggunakan jalur Kalibawang.
Menurut Rosyid, meski jaraknya sedikit lebih jauh, jalur tersebut tidak terdampak pembangunan jembatan sehingga perjalanan cenderung lebih lancar.
Wisatawan yang kembali ke Yogyakarta dari kawasan Borobudur juga disarankan menggunakan rute yang sama, yakni melalui Jembatan Elo dan selanjutnya menuju jalur Kalibawang yang telah terhubung langsung ke wilayah Borobudur maupun Yogyakarta.
Satlantas Polresta Magelang mengimbau seluruh pengguna jalan agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan selama proses pembangunan Jembatan Krakitan berlangsung, demi menjaga keselamatan dan kelancaran arus kendaraan.






