MAGELANG – Misteri dugaan pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) yang sempat menggegerkan warga Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, akhirnya terungkap. Setelah melakukan penyelidikan mendalam, Satreskrim Polresta Magelang memastikan bahwa peristiwa tersebut hanyalah rekayasa yang dibuat oleh korban sendiri.
Kasus yang terjadi pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 00.05 WIB itu awalnya dilaporkan sebagai aksi penganiayaan bersenjata tajam di sekitar Jalan Desa Ngadipuro hingga Desa Wates, tepatnya di depan Dusun Juwono. Namun fakta di lapangan menunjukkan cerita yang jauh berbeda.
Hasil penyelidikan Tim Resmob Satreskrim Polresta Magelang bersama Unit Reskrim Polsek Dukun mengungkap bahwa korban berinisial ETH (17) sebelumnya berkumpul bersama sejumlah temannya sambil mengonsumsi minuman keras.
Dalam kondisi dipengaruhi alkohol, korban yang diketahui merupakan admin akun Instagram kelompok “DOM” (Dukun Of Mistik) sempat mencari tantangan melalui media sosial dengan menghubungi kelompok lain. Karena tidak mendapat respons, korban kemudian mengaku telah memiliki ilmu kebal yang diperoleh dari seseorang yang dianggap memiliki kemampuan supranatural.
Keyakinan tersebut berubah menjadi aksi berbahaya. Korban meminta teman-temannya menguji kekebalan tubuhnya menggunakan senjata tajam. Permintaan itu sempat ditolak, namun korban terus mendesak hingga akhirnya mengajak salah satu rekannya, R.A., melakukan duel. Akibatnya, ETH mengalami luka sabetan pada lengan kiri.
Usai terluka, teman-temannya menyarankan agar korban segera mendapatkan perawatan medis. Namun ETH menolak karena takut dimarahi orang tuanya. Ia bahkan memilih bermalam di rumah temannya sebelum pulang ke rumah keesokan paginya.
Untuk menutupi kejadian yang sebenarnya, korban kemudian mengarang cerita bahwa dirinya menjadi sasaran pembacokan oleh orang tidak dikenal di wilayah Ngajek. Laporan tersebut sempat membuat warga resah dan memicu penyelidikan kepolisian.
Dari hasil pemeriksaan terhadap empat orang teman korban, polisi akhirnya membongkar seluruh rangkaian kejadian. Petugas juga menyita dua bilah senjata tajam yang digunakan dalam aksi uji kekebalan tersebut dari sebuah rumah di Desa Kalibening, Kecamatan Dukun.
Kasat Reskrim Polresta Magelang menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlanjut. Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak mudah percaya pada klaim-klaim yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan menjauhi minuman keras maupun tindakan berisiko tinggi.
“Peristiwa ini menjadi pelajaran bahwa kepercayaan yang keliru ditambah pengaruh minuman keras dapat memicu tindakan yang membahayakan keselamatan. Peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak juga sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa sebuah cerita yang tampak seperti aksi kriminal belum tentu sesuai fakta. Di balik laporan pembacokan yang menghebohkan warga, polisi justru menemukan aksi nekat sekelompok remaja yang berujung luka akibat mencoba membuktikan mitos ilmu kebal.






