Keripik Pegagan dan Abon Lele: Kuliner Khas Hasil UMKM Warga Desa Mangunsari

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Salah satu hal yang menarik lagi dari Desa Wisata Mangunsari selain wisata Tubingnya adalah makanan khas yang dibuat oleh masyarakat desa atau biasa juga disebut UMKM Desa Mangunsari, yakni keripik pegagan dan abon lele. Pada kesempatan yang lalu, kami berkesempatan meliput dan melihat cara pembuatan atau pengolahan keripik pegagan dan abon lele ini secara langsung. Sesuai dengan namanya, keripik pegagan berbahan dasar daun pegagan yang susah untuk ditemui, menurut produsennya. Meski begitu, produsen keripik pegagan tidak kehilangan akal dengan mencoba untuk menanam tanaman pegagan tepat di depan rumahnya. Namun ternyata, tanaman pegagan yang beliau tanam tepat di depan rumah itu masih sangat kurang untuk memenuhi permintaan konsumen sehingga ketika ada banyak pesanan yang masuk, beliau masih harus tetap mencari bahannya di berbagai tempat, seperti di sawah atau tegal sekitar lereng Gunung Merbabu.

Pembuatan keripik pegagan ini tak jauh berbeda dengan pembuatan macam-macam keripik yang mungkin pernah ditemui. Pembeda utamanya tentu saja bahan utamanya, yaitu daun pegagan. Keripik ini memiliki rasa yang gurih dan renyah ketika disantap. Wisatawan yang datang ke Desa Mangunsari ataupun orang tua/wali santri Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 5 yang berada di Mangunsari dapat membelinya untuk buah tangan setelah berwisata. Harga yang diberikan juga cukup terjangkau, yaitu di bawah Rp20.000,00/kemasan. Keripik ini juga sering dititipkan di warung-warung atau toko-toko sekitar untuk dijual. Bahkan, keripik pegagan ini juga sudah sampai ke kota-kota lain di Pulau Jawa, seperti Bogor, Bandung, Jakarta, hingga Ponorogo.

Bacaan Lainnya

Makanan kedua, yakni abon lele. Sesuai dengan namanya, abon ini berbahan dasar lele yang sering dijumpai biasanya. Lele-lele ini diolah sedemikian rupa seperti pembuatan abon biasanya sampai siap untuk dipacking dan dijual. Tahapan pembuatan abon lele secara singkatnya dimulai dari pembersihan lele, pengukusan, pemisahan daging dengan kulit dan duri, pencampuran dengan bumbu, penggorengan, spiner, hingga penimbangan dan packing. Abon lele ini dijual dengan harga yang juga terjangkau, yakni sekitar Rp25.000,00/kemasan kecil. Sama seperti keripik pegagan, wisatawan yang berkunjung ke desa dan orang tua/wali siswa Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 5 dapat membelinya untuk dijadikan buah tangan setelah selesai berkunjung. Selain abon lele dan keripik pegagan, masih banyak lagi UMKM dan makanan khas yang berasal dari masyarakat Desa Mangunsari yang akan dijumpai ketika berkunjung. Oleh sebab itu, bagi wisatawan yang berkunjung jangan sampai lupa untuk membeli dan mencoba makanan-makanan khas UMKM Mangunsari yang masih jarang ditemui di luar sana.

Pos terkait