Gelombang resesi ekonomi, topik yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan karena akan memicu bagi perekonomian negara maupun masyarakat. Namun kondisi perekonomian Indonesia saat ini diperkirakan akan ada pertumbuhan sebesar 4,5% – 5,3%. Hal tersebut juga dialami pada suatu daerah yang ada di Jawa Tengah yaitu Magelang. Perekonomian di Magelang mengalami peningkatan yang cukup besar setelah menghadapi pandemi Covid-19 pada tahun 2020 yang menyebabkan kondisi perekonomian memburuk. Walikota Magelang Muhammad Nur Aziz menyebutkan bahwa Magelang telah meraih capaian dengan pertumbuhan ekonomi tercepat se-Jateng pada tahun 2022 di peringkat kedua kota, dikutip dari artikel Jatengprov.go.id tentang Performa Pembangunan Kota Magelang. Hal tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah munculnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Magelang.
UMKM merupakan salah satu usaha yang dimiliki per individu, kelompok, atau badan. Saat ini angka pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Magelang sudah lebih dari 106.000 unit. Hal ini jelas terlihat banyak sekali UMKM yang ada di Magelang antara lain bidang kerajinan, kuliner, dan lain sebagainya.
Pertumbuhan ekonomi Magelang dapat dilihat dari naik turunnya jumlah produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh kegiatan ekonomi semua sektor yang ada di Magelang dan juga dapat diketahui dari pengukuran dengan Instrumen Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ). Lapangan usaha dari tahun 2018 sampai 2022 mengalami naik turun tidak tetap. Penurunan yang drastis terjadi pada tahun 2020 sebesar -2,45% yang dikarenakan oleh adanya pandemi Covid-19 yang mengakibatkan perekonomian menurun. Namun setelah tahun itu kembali lagi pertumbuhan PDRB sampai tahun 2022 tercatat sebesar 5,77%. Sektor yang menjadi kontribusi pada perekonomian Kota Magelang adalah Konstruksi, Industri Pengolahan, Perdagangan, Administrasi Pemerintahan, Transportasi dan Pergudangan. Sedangkan kondisi perekonomian Kabupaten Magelang pada tahun 2020 yang tercatat PDRB -1.68%. Ketika tahun selanjutnya mengalami kenaikan terus-menerus sampai tahun 2022 yang sebesar 5.46%. Salah satu kategori usaha yang mendominasi dalam perekonomian Kota dan Kabupaten Magelang adalah Perdagangan Besar dan Eceran.
UMKM di Magelang biasanya berada di pinggir-pinggir jalan, daerah dekat dengan kantor atau sekolah, alun-alun, dan lain-lain. Selain itu, UMKM di sekitar tempat wisata menjadi sebuah prioritas untuk lebih dikembangkan oleh pemerintah dikarenakan adanya banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung. Salah satu tempat wisata yang menonjol adalah Borobudur. Di sekitar kawasan Borobudur ada berbagai jenis UMKM seperti rumah makan, pusat belanja oleh oleh, penyewaan skuter dan transportasi wisata, homestay dan masih banyak lagi. Hal ini menjadi pemasukan bagi masyarakat yang berada di kawasan Borobudur dan menjadikan pertumbuhan ekonomi semakin naik.
Peran Pemerintah Kota Magelang sendiri dalam menanggapi UMKM dengan meminta para pelaku UMKM untuk lebih agresif dalam hal promosi lewat digital karena menyesuaikan dengan zaman sekarang yang serba-serbi online, yang menjadi perubahan pola pikir konsumen. Dengan begitu pasar akan menjadi luas dan pemerintah juga telah membuat program pembangunan IKM Center. IKM Center menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan usahanya sehingga semakin berkembang.
“Ekonomi masyarakat sekitarnya harus meningkat, terutama warga Magersari. Banyak pedagang yang masih belum tertampung di sini.“ ujar Wali Kota Magelang dikutip dari artikel Harian Jogja tentang IKM Center Kota Dibuka, Jadi Wadah Promosi Pelaku Usaha. IKM Center diharapkan dapat berkontribusi secara sangat baik bagi perekonomian Magelang.
Saat ini, sebagian pelaku UMKM di Magelang mengalami suatu kendala yaitu permodalan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang atau jasa. Karena itu pemerintah akan membantu tidak hanya memberikan modal saja, akan tetapi akan memberikan pelatihan karena mengingat kualitas SDM kita masih rendah, dengan begitu akan meningkatkan kemampuan karakter pengusaha.
UMKM sangat berpengaruh bagi perekonomian. Khususnya perekonomian Magelang, dengan adanya UMKM dapat juga menciptakan dampak sosial yang positif, meningkatnya produk khas Magelang, dan menjadikan Kualitas SDM kita semakin tinggi. Tidak hanya itu kegiatan UMKM juga dapat mengurangi angka pengangguran dan dapat menciptakan lapangan kerja baru yang berada di Indonesia maupun di Magelang.
UMKM berpengaruh besar bagi pertumbuhan perekonomian di Magelang. Oleh karena itu, UMKM harus terus ditingkatkan. Pemerintah Kota Magelang dapat meningkatkan UMKM di Magelang dengan mengupayakan pelatihan kewirausahaan terhadap para pelaku UMKM, hal ini bertujuan membantu pelaku UMKM untuk melihat peluang usaha dan pasar baru. Selain itu upaya untuk meningkatkan kualitas UMKM di Magelang juga dapat dilakukan dengan pelatihan e-commerce kepada pelaku UMKM agar dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk memperluas jangkauan pemasaran produknya.
Mahasiswa Program Studi D3-Akuntansi Universitas Tidar
Penulis
- Lilis Hartanti
- Dimas Daib Dzakiansyah
- Candra Septian Karunia Putri






