Menggali Potensi Pati Aren di Desa Tuksongo Borobudur

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Tuksongo, Magelang – Desa Tuksongo, terletak di Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Sebuah desa yang kaya akan budaya dan kearifan lokalnya. Salah satu kekayaan budaya yang menjadi ciri khas desa ini adalah pati aren. Pati aren yang dihasilkan dari pohon aren, telah menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Desa Tuksongo dan menjadi potensi dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah ini.

Desa Tuksongo dikenal sebagai penghasil tepung pati onggok. Tepung atau pati hasil dari olahan pohon aren biasanya digunakan oleh masyarakat Desa untuk membuat berbagai macam makanan tradisional seperti ongol-ongol, cenolan, dan dawet. 

Bacaan Lainnya

Di Desa Tuksongo terdapat home industri pati aren yang dimiliki oleh Bapak Tukimen. UMKM ini sudah berdiri selama 40 tahunan sejak dari nenek moyang dahulu. Usaha ini bisa disebut juga sebagai usaha keluarga turun menurun sampai saat ini. Lokasi UMKM Pati Aren ini berada di Tuksongo 1 RT/RW 001/004 Borobudur, Magelang. 

“Untuk menjaga kualitas pati aren, itu secepatnya harus dikerjakan agar hasilnya lebih bagus, setelah dipotong dan dibawa pulang itu segera diproses, diambil patinya dan dijemur biar awet,” ujar Pak Tukimen saat diwawancarai oleh Tim KKN STMM Yogyakarta, Senin (24/7/2023). 

Selama bertahun-tahun, masyarakat Desa Tuksongo telah berusaha untuk mempertahankan tradisi dan keunikan pati aren. Pati aren asli Tuksongo terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas dan diolah dengan cara higenis yang menghasilkan produk tepung pati kualitas pertama dengan jaminan mutu terbaik. 

UMKM pati aren memiliki peran penting dalam perekonomian Desa Tuksongo. Banyak warga desa yang terlibat dalam usaha pengolahan pati aren ini, mulai dari petani yang mengambil nira hingga pengrajin yang mengolahnya menjadi produk siap jual. Dengan melibatkan banyak masyarakat, UMKM pati aren membantu meningkatkan tingkat lapangan kerja dan pendapatan di desa.

Usaha pati aren juga memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan daerah. Produk pati aren yang dihasilkan oleh UMKM desa ini menarik minat wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur. Dengan promosi dan pemasaran yang tepat, produk pati aren dapat menjadi salah satu cinderamata unik yang menarik bagi wisatawan.

Pati aren bukan hanya sekadar produk komersial, tetapi juga merupakan bagian dari warisan budaya dan kearifan lokal yang harus dilestarikan. Melalui pengembangan UMKM pati aren, masyarakat Desa Tuksongo dapat terus menjaga tradisi pengolahan pati aren dan mengajarkan nilai-nilai budaya ini kepada generasi mendatang.

Pos terkait