Magelang News – Sejumlah mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi Universitas Tidar, Magelang, menggelar aksi demonstrasi di lingkungan kampus sebagai bentuk protes terhadap perlakuan seorang dosen berinisial N yang diduga melakukan berbagai pelanggaran etik dan akademik.
Dalam aksi yang berlangsung damai namun penuh semangat itu, para mahasiswa menuntut agar dosen tersebut segera dicopot dari jabatannya atau diberhentikan secara tidak hormat. Dosen berinisial N dituding telah melakukan penggelapan dana praktikum lapangan mahasiswa, menerima gratifikasi, mengklaim karya ilmiah berupa buku yang sejatinya ditulis oleh mahasiswa sebagai miliknya sendiri, serta melakukan pemalsuan cap institusi akademik dalam pengajuan dana penelitian.
Muhammad Toriq Hidayatullah, Ketua Himpunan Mahasiswa Agroteknologi, menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh dosen tersebut telah berdampak serius terhadap kondisi mental sejumlah mahasiswa.
“Ada mahasiswa yang mengalami depresi berat, bahkan sampai berpikir untuk bunuh diri karena tekanan yang dirasakan. Kami tidak bisa tinggal diam,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini sanksi yang diberikan kepada dosen yang bersangkutan hanya berupa penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun. Menurutnya, hal tersebut sangat tidak sebanding dengan pelanggaran yang dilakukan.
“Kami merasa sanksi itu tidak adil. Mahasiswa meminta pemecatan, bukan sekadar penundaan pangkat” tambah Toriq
Aksi ini menjadi sorotan di kalangan civitas akademika dan publik lokal, mendorong pihak rektorat untuk melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap kasus ini. Mahasiswa berharap agar suara mereka tidak diabaikan dan integritas akademik tetap dijaga.









